Kemenag Banda Aceh dan Densus 88 Latih ASN soal Wawasan Kebangsaan
BANDA ACEH — Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh menggandeng Densus 88 Antiteror Mabes Polri untuk memberikan pembinaan wawasan kebangsaan kepada aparatur sipil negara (ASN) pada Senin, 20 Juli. Kegiatan yang digelar di aula kantor diikuti 60 peserta dari berbagai satuan kerja Kemenag dengan tujuan memperkuat moderasi beragama dan deteksi dini paham radikal.
Pembukaan dan peserta
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd, M.Ag., didampingi Kasubbag Tata Usaha Kusnadi, S.Ag., M.A. Turut hadir para kepala seksi, penyelenggara zakat dan wakaf, kepala madrasah negeri, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama Islam, serta ASN lainnya.
Materi dan narasumber
Sesi materi dipimpin Plh. Kasatgaswil Aceh Densus 88 Antiteror Mabes Polri, AKBP Goentoro Wisnu. Ia menyampaikan pokok-pokok penguatan wawasan kebangsaan, pentingnya menjaga ideologi negara, serta teknik deteksi dini terhadap penyebaran paham radikal di ruang publik dan lembaga pemerintah.
Goentoro menekankan peran strategis ASN Kemenag sebagai teladan masyarakat. Menurutnya, ASN harus mampu menjadi garis depan untuk menjaga ketahanan ideologi dan mencegah masuknya paham ekstrem.
Komitmen Kemenag
Kepala Kemenag Kota Banda Aceh, Salman, menyatakan kegiatan bagian dari komitmen institusi untuk membangun ASN yang profesional sekaligus berintegritas dan bersemangat kebangsaan. Ia menegaskan pentingnya perpaduan layanan publik dengan peran sosial dalam merawat persatuan.
"ASN Kementerian Agama harus menjadi garda terdepan dalam merawat persatuan bangsa. Melalui sinergi dengan Densus 88 ini, kami berharap seluruh ASN semakin memahami pentingnya wawasan kebangsaan, menguatkan moderasi beragama, serta mampu menjadi agen pencegahan terhadap berkembangnya paham radikalisme di lingkungan masyarakat,"
Pelaksanaan dan harapan
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta. Pembinaan menekankan pendekatan edukatif dan pencegahan, bukan sekadar penegakan hukum, sehingga ASN dapat menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam tugas sehari-hari.
Melalui kolaborasi ini, Kemenag Kota Banda Aceh berharap kapasitas ASN meningkat untuk menghadapi tantangan yang mengancam kerukunan umat beragama dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Upaya tersebut juga dimaksudkan agar ASN menjadi penggerak moderasi beragama, toleransi, dan penjaga nilai kebangsaan di masyarakat yang majemuk.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ledakan di Grand Polonia Medan: Satu Tewas, Pencarian Korban Berlanjut
Ledakan di Kompleks Grand Polonia, Medan, akibat kebocoran pipa gas; satu tewas dan pencarian korban masih b...
Raja Bius Matiti Bantah Tudingan Kekerasan dalam Sengketa Tanah
Raja Bius Matiti bantah tuduhan kekerasan dalam sengketa lahan Desa Matiti; polisi tetapkan tiga tersangka d...
Polres Aceh Singkil Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
Polres Aceh Singkil menggelar nobar final Piala Dunia 2026 (Spanyol vs Argentina) pada 20 Juli 2026 untuk me...
Polres Humbahas Amankan 7 Motor Berknalpot Brong di Doloksanggul
Polsek Doloksanggul dan Satlantas Humbahas mengamankan tujuh motor berknalpot brong saat patroli antisipasi...
Ledakan di Medan: Satu Jenazah Dievakuasi, Pipa Gas Diduga Bocor
Satu jenazah dievakuasi setelah ledakan di Kompleks Grand Polonia, Medan; polisi menyebut dugaan kebocoran p...
Ledakan di Kompleks Grand Polonia Medan Diduga Kebocoran Gas Tanam
Ledakan di Kompleks Grand Polonia Medan, Senin petang, diduga akibat kebocoran pipa gas tanam; enam orang te...