Wabup Aceh Besar Pimpin Pembersihan Saluran Irigasi
KOTA JANTHO — Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. Syukri A Jalil, memimpin pembersihan saluran irigasi di Gampong Piyeung Mon Ara, Kecamatan Montasik, Jumat (7/8). Kegiatan itu bertujuan memastikan kelancaran distribusi air untuk lahan pertanian menjelang musim tanam.
Gotong royong melibatkan warga dan petani
Kegiatan melibatkan aparatur gampong, petani, dan warga setempat. Mereka bergotong royong mengangkat sampah, lumpur, rumput liar, dan material lain yang menghambat aliran air. Aksi ini sekaligus menjadi upaya pemeliharaan rutin terhadap infrastruktur irigasi.
Partisipasi masyarakat menjadi fokus utama. Selain mempercepat pembersihan, kerja bersama juga memperkuat kesadaran kolektif untuk merawat fasilitas umum.
Peran saluran irigasi untuk produktivitas pertanian
Syukri menekankan pentingnya saluran irigasi bagi produktivitas pertanian. Menurutnya, irigasi yang tersumbat bisa mengganggu pasokan air dan berdampak langsung pada hasil panen masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
“Pembersihan irigasi ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap kebutuhan petani. Saluran air harus dipastikan tetap bersih dan berfungsi dengan baik, sehingga distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lancar,”
Ia menambahkan bahwa perawatan harus bersifat berkala dan melibatkan seluruh pihak terkait untuk mencegah penumpukan material yang menghambat aliran.
Semangat kebersamaan dan harapan ke depan
Wakil bupati memberi apresiasi kepada warga Gampong Piyeung Mon Ara atas partisipasinya. Menurutnya, semangat gotong royong adalah modal penting bagi pemerintah dalam menjaga infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan warga.
“Gotong royong seperti ini harus terus kita hidupkan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga serta merawat infrastruktur yang ada di lingkungan masing-masing,”
Syukri berharap saluran yang terawat memberi kepastian pasokan air saat musim tanam. Dengan manajemen irigasi yang baik, petani bisa lebih tenang mengelola sawah dan produktivitas pertanian diharapkan meningkat.
Sejumlah petani dan warga mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan area persawahan di Gampong Piyeung Mon Ara, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (7/8).
Ke depan, pemerintah daerah mendorong langkah preventif berupa jadwal pembersihan berkala dan pelibatan komunitas tani. Upaya ini dimaksudkan agar fungsi irigasi terjaga secara berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pria Tewas saat Perbaiki Kendaraan di Siantar Martoba
Polsek Siantar Martoba menemukan seorang pria meninggal di Jalan Darussalam setelah laporan ke Call Center 1...
Sabang Kejar Investasi Maritim, Mubadala Energy Pertimbangkan
Wali Kota Sabang: Mubadala Energy mempertimbangkan Sabang sebagai lokasi operasional; kota genjot layanan bu...
Dayah Wakaf Barbate Pindah ke Lokasi Baru di Gampong Data Makmur
Dayah Wakaf Barbate resmi menempati lokasi baru di Gampong Data Makmur, Aceh Besar pada 6 Agustus 2026; 16 s...
Tiang Lampu dan CCTV Tumbang di Ulee Lheue Akibat Angin Kencang
Tiang lampu dan CCTV milik Pemko Banda Aceh di Ulee Lheue tumbang pada 7 Agustus akibat angin kencang; Disko...
O2SN Labuhanbatu Dibuka, Ini Daftar Juara Jenjang SD
O2SN Labuhanbatu dibuka 7 Agustus di Rantauprapat; berikut daftar juara jenjang SD dari cabang atletik, badm...
Aceh Besar Minta Pusat Percepat Pemulihan Irigasi dan Pertanian
Bupati Aceh Besar minta pemerintah pusat percepat perbaikan irigasi dan dukungan anggaran untuk pemulihan la...