Lokal

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Jalan Sipiongot, Akhiri Isolasi

Bagikan:
Gubernur Bobby Nasution meninjau lokasi pembangunan jalan Sipiongot untuk mengakhiri keterisolasian warga

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan pembangunan jalan di Sipiongot bukan sekadar proyek, melainkan bentuk kehadiran negara untuk mengakhiri keterisolasian warga yang berlangsung puluhan tahun. Pernyataan itu disampaikan saat pengajian dan silaturahmi Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot dan Sekitarnya (IKDS) di Medan Denai, Minggu, 28 Juni.

Komitmen penyelesaian menyeluruh

Bobby menekankan pemerintah tidak boleh membangun secara parsial. Ia meminta pengerjaan dituntaskan sehingga manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.

"Pembangunan tidak boleh sepenggal-sepenggal. Minimal 40 persen dari total kerusakan jalan harus dituntaskan dalam satu penganggaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Harus ada jalur alternatif pengerjaan agar kualitas jalan tetap terjaga,"

Pernyataan itu mencerminkan gaya kepemimpinan yang menitikberatkan pada penyelesaian menyeluruh, bukan sekadar memenuhi target administratif. Bobby juga menyampaikan bukti pengalaman lapangan yang memotivasi kebijakan ini.

Pengalaman lapangan yang mendorong kebijakan

Bobby bercerita pernah menempuh perjalanan panjang melintasi jalan rusak dan hutan hingga tiba di sebuah desa pukul 02.00 WIB. Ia disambut warga lanjut usia yang menunggu kedatangannya.

"Melihat langsung kondisi masyarakat saat itu membuat saya meneteskan air mata. Sejak itu saya bertekad, selama masa jabatan saya, janji pembangunan ini harus ditepati karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat untuk waktu yang sangat panjang,"

Perubahan anggaran dan prioritas infrastruktur

Pernyataan Bobby diikuti langkah nyata pada anggaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menaikkan alokasi pembangunan jalan dari sekitar Rp500 miliar sebelumnya menjadi Rp1,9 triliun pada 2026. Kenaikan ini menegaskan prioritas pada wilayah tertinggal.

Respons dan harapan masyarakat

Penasihat IKDS Ihwan Ritonga mengatakan pembangunan ini merupakan sejarah baru bagi warga Sipiongot. Menurut catatan tokoh masyarakat, selama 81 tahun Indonesia merdeka kawasan itu belum pernah merasakan pembangunan infrastruktur menyeluruh.

"Baru di era kepemimpinan Pak Bobby Nasution daerah kami tersentuh pembangunan secara total. Dulu anggaran hanya cukup untuk dua kilometer jalan, sekarang tiga ruas utama dari Dolok, Sipiongot hingga Huta Baru sedang berproses dibangun,"

Para kepala desa meminta pembangunan dilanjutkan sampai menjangkau 17 desa di kawasan perbatasan. Wilayah yang terhubung meliputi:

  • Labuhanbatu Selatan
  • Labuhanbatu Utara
  • Rantauprapat
  • Tapanuli Selatan

Dampak sosial-ekonomi

Bagi warga Sipiongot, jalan bukan sekadar aspal dan beton. Infrastruktur ini menjadi simbol berakhirnya penantian panjang untuk mendapatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan pergerakan ekonomi yang layak.

Selain menerima prosesi adat upah-upah dari tokoh masyarakat sebagai doa keselamatan, pemerintah menegaskan pembangunan infrastruktur dasar akan terus diprioritaskan untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah di Sumatera Utara.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait