Pemerintah Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah Berbasis Komunitas 2026
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memperkuat pelestarian bahasa daerah lewat program bantuan pemerintah 2026 yang mendukung komunitas dan pegiat lokal. Program ini menjadi bagian dari Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 dan bertujuan menjaga agar bahasa ibu tetap hidup di tengah perubahan sosial dan digital.
Program bantuan dan target
Bantuan diberikan kepada komunitas, individu, dan pegiat budaya yang mengembangkan inisiatif pelestarian bahasa secara berbasis masyarakat. Kebijakan ini diumumkan oleh Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, pada 29 Mei 2026.
Melalui fasilitasi komunitas, kami mendukung penggerak pelestarian bahasa daerah sekaligus menghormati maestro yang menjaga sastra daerah,
Program menitikberatkan peran komunitas lokal sebagai motor pelestarian, bukan sekadar intervensi top-down.
Praktik baik: Pengembangan Aksara Batak
Salah satu penerima bantuan, Rustani Simanjuntak, memanfaatkan dukungan pemerintah untuk mengembangkan pembelajaran dan promosi Aksara Batak. Ia menyiapkan alat peraga dan buku pembelajaran aksara tradisional untuk digunakan di komunitas dan sekolah.
Saya berharap bantuan ini memperluas pemanfaatan aksara Batak di masyarakat. Kebanggaan budaya Batak perlu tumbuh di tengah kehidupan multikultural,
Rustani juga menyusun tutorial digital untuk generasi muda yang mengenalkan komponen dasar surat Batak, sehingga materi tradisional dapat diakses lebih luas.
Literasi digital dan peran generasi muda
Komunitas Yayasan Tribuno Svastha Harena mengembangkan literasi digital bahasa daerah dengan menyasar kaum muda melalui ruang digital kreatif. Kegiatan yang mereka jalankan meliputi:
- Pelatihan pembuatan konten budaya lokal;
- Dokumentasi bahasa dan sastra daerah;
- Publikasi karya sastra lewat media sosial.
Bahasa daerah tidak hanya perlu dipertahankan sebagai warisan budaya. Tetapi juga harus mampu hidup dan berkembang di tengah ekosistem digital modern,
kata Hari Kusmanto, perwakilan yayasan, yang menekankan bahwa relevansi bahasa daerah bagi identitas nasional bergantung pada keterlibatan generasi muda.
Dampak dan prospek
Program bantuan ini diharapkan memperluas jangkauan pelestarian bahasa di tingkat akar rumput dan mendorong inovasi pengajaran tradisi lisan dan tulisan. Pendekatan berbasis komunitas memberi ruang bagi praktik lokal seperti pembelajaran aksara, penciptaan konten digital, dan dokumentasi sastra.
Ke depan, keberhasilan program akan bergantung pada kesinambungan dukungan, kolaborasi lintas sektor, dan kemampuan komunitas mengadaptasi teknologi tanpa meninggalkan nilai tradisional.
Berita Terkait
Satgas PRR Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra
Satgas PRR mempercepat pemulihan pascabencana Sumatra seiring cairnya anggaran dan pelaksanaan program sesua...
KSP Dudung: Sampaikan Kritik dengan Bijak, Jangan Provokasi
KSP Dudung mengimbau masyarakat menyampaikan aspirasi secara bijak dan menegaskan kritik harus membangun, bu...
Kemenperin Perkuat SDM Vokasi untuk WorldSkills ASEAN 2027
Kemenperin memperkuat kompetensi guru vokasi dan menyiapkan talenta untuk WorldSkills ASEAN 2027 lewat works...
Pemerintah Tetap Pertahankan Harga BBM Subsidi, Jaga Daya Beli
Pemerintah memastikan BBM bersubsidi tak naik: Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter untuk menja...
Menkomdigi: Pemerintah Terbuka pada Aspirasi Masyarakat
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pemerintah terbuka pada aspirasi masyarakat (12 Juni 2026), sambil mengim...
IDI Sulawesi Utara Turun, Pemerintah Siapkan Perbaikan
IDI Sulawesi Utara turun ke 73,03 dan bergeser ke kategori sedang; Kemenko Polkam gelar rapat di Manado untu...