Polres Binjai Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Personel Pelayanan
Binjai — Kapolres Binjai, AKBP R. Bimo Moernanda, membuka Pelatihan Bahasa Isyarat bagi personel yang bertugas pada pelayanan publik Polres Binjai pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan digelar di Aula Anindya Polres Binjai untuk meningkatkan kapasitas komunikasi petugas dengan masyarakat yang memiliki kebutuhan komunikasi khusus.
Tujuan dan urgensi pelatihan
Pelatihan bertujuan memperkuat kemampuan personel dalam memberikan layanan yang ramah, setara, dan mudah diakses. Kegiatan ini menjadi bagian program Tahun Anggaran 2026 untuk meningkatkan inklusi dalam pelayanan publik kepolisian.
Dengan kemampuan bahasa isyarat, diharapkan hambatan komunikasi bagi penyandang gangguan pendengaran dapat dikurangi ketika mereka mengurus kepentingan di Polres Binjai.
Narasumber dan peserta
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Binjai, yaitu Wahyu Rahmadana, Wanita Fatharani Ardita, dan Putri Zahwa. Peserta terdiri dari personel Polres Binjai yang bertugas pada bidang pelayanan publik.
Acara juga dihadiri oleh pejabat Polres, termasuk Kompol Arnawaty, untuk memastikan dukungan manajemen terhadap program peningkatan layanan ini.
Isi kegiatan: materi dan praktik
Setelah pembukaan resmi, sesi dilanjutkan dengan penyampaian materi dasar bahasa isyarat dan praktik langsung. Narasumber memandu peserta untuk mengenal kosakata penting, struktur komunikasi, dan etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas pendengaran.
Praktik dilakukan dalam bentuk simulasi pelayanan agar personel dapat menerapkan teknik komunikasi saat melayani masyarakat di loket atau ruang pelayanan.
Pesan Kapolres
"Saya mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Pengetahuan bahasa isyarat ini sangat penting untuk mendukung pelayanan yang ramah, setara dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan di Polres Binjai," ujar Kapolres.
Kapolres juga menekankan harapan agar kemampuan baru tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi kendala komunikasi di lapangan.
"Dengan adanya pelatihan ini, saya berharap personel semakin siap memberikan pelayanan publik yang humanis, profesional dan inklusif kepada masyarakat," tambahnya.
Pelatihan berakhir dengan evaluasi singkat dan rencana tindak lanjut untuk memperkuat praktik bahasa isyarat di unit pelayanan. Selanjutnya, Polres Binjai akan memantau penerapan keterampilan ini dalam interaksi sehari-hari demi layanan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ratusan Dusun di Sumut Belum Dialiri Listrik, Perizinan Jadi Hambatan
Meski RE Sumut 99,86%, ratusan dusun belum dapat listrik karena perizinan kawasan hutan, lahan, dan akses ja...
Pemprov Sumut Siap Tindaklanjuti Aspirasi Hasil Reses DPRD
Pemprov Sumut menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi hasil reses DPRD dengan mengurutkan usulan berdasarka...
Sopir Didakwa Jual Nomor Togel Sidney, Singapura, Hong Kong di Medan
Seorang sopir di Medan didakwa menjual nomor togel Sidney, Singapura, dan Hong Kong sejak Nov 2025; ia mener...
Wali Kota Medan Dukung Program Jaksa Sahabat Pendidik
Wali Kota Medan Rico Waas mendukung program Jaksa Sahabat Pendidik saat penandatanganan MOU 33 kabupaten/kot...
Kejati Sumut Luncurkan Jaksa Sahabat Pendidik untuk Cegah Korupsi Sekolah
Kejati Sumut meluncurkan Jaksa Sahabat Pendidik di Medan untuk mencegah korupsi proyek sekolah, namun soal b...
Kajati Sumut Tegaskan: Jangan Intervensi Kepala Sekolah
Kajati Sumut Muhibuddin menegaskan kepala daerah tak boleh mengintervensi kepala sekolah, saat peluncuran ho...