PBB Kecam Ujaran Rasis Senator Paraguay terhadap Mbappe
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras ujaran rasis yang dilontarkan senator Paraguay, Celeste Amarilla, terhadap penyerang Timnas Prancis Kylian Mbappé. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 8 Juli 2026, dan menilai komentar tersebut sebagai tindakan tercela yang tidak boleh dibiarkan.
Penilaian PBB atas komentar rasial
Juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Thameen Al-Kheetan, menyatakan serangan itu merendahkan martabat manusia dan bukan insiden tunggal selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia menekankan tanggung jawab pejabat publik untuk menentang rasisme.
"Komentar rasis dan merendahkan martabat manusia terhadap pemain sepak bola Prancis Kylian Mbappé oleh senator Paraguay Celeste Amarilla. Itu adalah tindakan tercela dan, sayangnya, bukan insiden tunggal."
Al-Kheetan menambahkan bahwa negara, organisasi olahraga, dan perusahaan media sosial harus aktif mencegah diskriminasi dan pelecehan xenofobik.
Detail serangan dan konteks
Insiden terjadi setelah Prancis mengeliminasi Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Amarilla melontarkan komentar yang menyerang asal-usul dan penampilan Mbappé, termasuk hinaan yang bernada rasial.
"Orang Kamerun yang terjajah yang benar-benar berpura-pura menjadi orang Prancis. Dasar pahit, orang kaya baru, arogan, dan jelek."
Selain itu, ia menuduh Mbappé bermain dengan ketakutan. Ujaran tersebut memicu kemarahan publik dan memicu seruan kecaman dari berbagai pihak.
Reaksi di Prancis
Reaksi keras datang dari pemerintahan Prancis. Menteri olahraga negara itu, Marina Ferrari, menyebut komentar Amarilla sebagai hal yang tidak bisa diterima dan diperangi oleh pejabat.
"Ini sangat menjijikkan, memalukan, dan semakin tidak dapat diterima karena berasal dari seorang politisi."
Mbappé sendiri juga bereaksi langsung melalui akun X-nya. Ia menyatakan Amarilla tidak layak menjabat dan menyampaikan kecaman atas serangan personal tersebut.
"Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak menduduki posisi Anda. Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi."
Implikasi dan langkah selanjutnya
PBB mendesak tindakan tegas dari pejabat publik dan organisasi terkait untuk mengatasi kasus-kasus rasisme yang muncul selama ajang olahraga internasional ini. Pernyataan tersebut menyorot peran platform digital dalam mencegah penyebaran ujaran kebencian secara cepat.
Kasus ini menambah daftar perdebatan tentang bagaimana komunitas olahraga dan lembaga negara menangani diskriminasi. Ke depan, tekanan publik kemungkinan mendorong investigasi dan sanksi terhadap pelaku ujaran rasial.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Swiss vs Kolombia 0-0: Babak Pertama Imbang di Vancouver
Babak pertama Swiss vs Kolombia di BC Place Vancouver berakhir imbang 0-0 setelah penyelamatan krusial kiper...
10 Stadion Sepak Bola Terbesar Dunia, Nomor Satu dari Korea Utara
Daftar 10 stadion sepak bola terbesar dunia berdasarkan kapasitas, dipimpin Rungrado 1st of May Stadium (150...
Argentina Bangkit dari 0-2 dan Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Argentina bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan menang 3-2 atas Mesir, memastikan tiket perempat final Piala D...
Sinner ke Semifinal Wimbledon 2026 usai Kalahkan Struff 3-0
Jannik Sinner melaju ke semifinal Wimbledon 2026 setelah mengalahkan Jan-Lennard Struff 7-5, 7-6(4), 6-3 pad...
Yasser Ibrahim Bawa Mesir Unggul 1-0 atas Argentina
Yasser Ibrahim membawa Mesir memimpin 1-0 atas Argentina pada babak pertama 16 Besar Piala Dunia 2026 di Atl...
Kejurnas Squash 2026: 162-182 Atlet Tampil di Bekasi
Kejurnas Squash 2026 di Bekasi (7-11 Juli) diikuti puluhan provinsi; panitia mencatat 162 hadir dan total 18...