Lokal

Patching Jalinsum Doloksanggul Diduga Asal, Retakan Muncul

Bagikan:
Retakan pada badan Jalan Lintas Sumatera Doloksanggul-Siborongborong

DOLOKSANGGUL — Pekerjaan pemeliharaan rutin (patching) Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Doloksanggul-Siborongborong di perlintasan Desa Dolokmargu, Kecamatan Lintongnihuta, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, diduga dikerjakan asal dan meninggalkan retakan menganga di badan jalan. Pantauan lapangan pada Kamis (24/7) menemukan retakan di titik yang baru diperbaiki, sementara warga menyebut patching dilakukan Jumat (26/7) lalu. Proyek ini dikerjakan atas nama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

Kerusakan dan dugaan pengerjaan tidak menyeluruh

Pantauan di lokasi menunjukkan perbaikan tidak menyentuh seluruh titik yang rusak. Beberapa bagian badan jalan yang telah retak sengaja dilewatkan, sehingga kekhawatiran bahwa kerusakan akan memburuk menjadi nyata. Warga setempat memperingatkan bahwa retakan yang dibiarkan dapat segera melebar dan berubah menjadi lubang.

Manoto Siregar, 41, warga Desa Dolokmargu, menilai perbaikan itu tampak dipaksakan, dilakukan pada kondisi yang tidak ideal setelah gerimis.

"Kita lihat pekerjaan patching ini terkesan dipaksakan. Pasca hujan, lapisan tack coat tidak dilakukan lagi, kalaupun sudah, karena guyuran hujan hasilnya tidak maksimal,"

Penjelasan pelaksana proyek

Pelaksana proyek yang mengaku bernama Swadaya T merespons melalui aplikasi WhatsApp. Ia mengatakan pekerjaan belum sepenuhnya selesai karena menunggu jadwal produksi Asphalt Mixing Plant (AMP). Menurutnya, penggunaan lapisan tack coat telah dilakukan dengan emulsi sebelum penghamparan.

"Kita pakai kompresor sebelum pengamprahan hotmix. Kalau dikompresor permukaan yang diaspal aman itu, pasti bagus hasilnya,"

Swadaya juga menyebut informasi lebih lengkap tentang titik pekerjaan dan perusahaan penyedia jasa tertulis pada papan proyek, serta menunjuk seorang humas bernama Pieter Sihite.

Dampak bagi pengguna jalan dan langkah selanjutnya

Warga dan pengguna jalan khawatir retakan yang muncul cepat memperburuk kondisi jalur nasional tersebut. Patching yang tidak menyeluruh berpotensi memperpendek umur perbaikan dan meningkatkan biaya perbaikan lanjutan.

Sampai berita ini ditulis, pihak BBPJN Sumut belum memberikan keterangan resmi tambahan di lokasi. Pemantauan lebih lanjut dan klarifikasi teknis, termasuk suhu penghamparan hotmix dan prosedur pengerjaan pasca-hujan, diperlukan untuk memastikan pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis.

Catatan: Warga menganggap perbaikan harus memenuhi standar teknis agar jalan nasional ini tetap aman dilalui dan biaya pemeliharaan tidak membengkak di kemudian hari.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait