Perbaikan Jalan di Pakpak Bharat Diapresiasi, Warga Minta Rambu Pengaman
Pakpak Bharat — Warga dan pengendara mengapresiasi perbaikan serta pelebaran beberapa titik jalan nasional di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, yang menghubungkan ke Kota Subulussalam, Aceh. Pekerjaan terlihat berlangsung selama beberapa bulan terakhir hingga 1 Oktober, melibatkan pekerja manual dan alat berat di wilayah Sitellu Tali Urang Jehe (STTU Jehe).
Perbaikan dan pelebaran jalan
Pelebaran dilakukan di sisi kiri dan kanan badan jalan di beberapa titik. Pekerja tampak membersihkan bahu jalan dan memperlebar tikungan sempit. Perbaikan ini dinilai meningkatkan kenyamanan berkendara oleh sopir angkutan dan pengguna jalan lainnya.
Risiko kecelakaan dan permintaan rambu
Meskipun pekerjaan diapresiasi, pengendara meminta pemasangan rambu dan pembatas di titik yang berbatasan langsung dengan jurang dan sungai besar. Kondisi jalan yang berkelok, sempit, serta tanjakan dan turunan, meningkatkan risiko kecelakaan tunggal, terutama saat musim hujan.
"Terima kasih kepada pemerintah yang memperbaiki dan melebar jalan di beberapa titik, tetapi pada sisi jalan jurang dan sungai besar perlu dibuat rambu-rambu untuk meminimalkan kecelakaan," ujar Alam, seorang sopir yang rutin melintas.
Faktor penyebab macet dan kecelakaan
Pengendara menyoroti kehadiran truk besar atau tronton yang membawa bahan bangunan, sembako, dan alat berat. Kendaraan besar melintas di jalan sempit dan berliku, memicu kemacetan dan meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Warga mendesak perhatian lebih dari pemerintah selain sekadar pelebaran.
Kronologi kecelakaan dan upaya pencarian
Lintas Sumut–Aceh di wilayah ini dikenal rawan kecelakaan tunggal, dengan sejumlah kendaraan terjun ke jurang atau sungai. Insiden terbaru yang tercatat menimpa sebuah mobil Kijang Innova berpenumpang suami istri pada Senin, 30 Maret 2026, di Dusun Buluhdidi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTU Jehe. Upaya pencarian oleh Tim SAR gabungan berlangsung selama sepekan, namun jasad dan kendaraan tidak ditemukan.
Sebelumnya, pada 23 April 2025, sebuah Avanza dengan tiga penumpang dari Simeulue tujuan Jambi juga terjun ke sungai di Desa Tanjung Mulia saat mengawal ambulans. Dalam peristiwa itu satu korban gagal ditemukan.
Tuntutan warga dan respons pemerintah
Setelah kecelakaan 2025, Bupati Pakpak Bharat dan Wakil Wali Kota Subulussalam sempat meninjau lokasi pada 25 April 2025 dan berkomitmen memasang rambu di titik rawan. Hingga kini pemasangan rambu yang dijanjikan masih ditunggu warga.
Impaknya jelas: perbaikan fisik jalan meningkatkan kelancaran, tetapi tanpa pemasangan rambu dan pembatas di tepi jurang, risiko kecelakaan serius tetap tinggi. Warga berharap pemerintah daerah segera menuntaskan rambu keselamatan dan pengaturan lalu lintas untuk mengurangi korban di lintasan ini.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Samosir Dapat Irigasi 15 km dan 20 Jembatan lewat Sinergi TNI
Samosir mulai bangun irigasi perpipaan 15 km dan rehabilitasi 20 jembatan lewat sinergi Pemkab, TNI, dan Kem...
Rico Waas Minta Al Jam'iyatul Washliyah Medan Perkuat Peran
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Al Jam'iyatul Washliyah Medan 2026–2031 memperkuat peran dalam agama, pe...
Tabligh Akbar IPHI Sumut Santuni 200 Anak Yatim Pasca Muktamar
PW IPHI Sumut menggelar Tabligh Akbar di Deli Serdang, diikuti ~1.000 jamaah dan santuni 200 anak yatim seba...
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...