Nyeri Kepala & Kejang Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ingatkan
MEDAN — Dokter Spesialis Saraf Columbia Asia Medan, dr. R.A. Dwi Pudjiastuti, M.Ked(Neu), Sp.S(K), memperingatkan bahwa nyeri kepala berkepanjangan dan kejang dapat menjadi tanda tumor otak yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan cepat. Pernyataan itu disampaikan dalam Program Kesehatan Bulanan bersama wartawan pada Senin (29/6) di Medan.
Gejala yang perlu diwaspadai
Dr. Dwi menekankan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal. Banyak pasien menunda konsultasi karena mengira keluhannya ringan.
Banyak masyarakat menunda konsultasi karena mengira hanya sakit kepala biasa. Padahal, sakit kepala terus menerus, gangguan penglihatan mendadak, mual, muntah hingga penurunan keseimbangan dapat menjadi tanda adanya tekanan di dalam otak yang memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.
Gejala yang sering muncul antara lain:
- Nyeri kepala yang menetap atau semakin berat
- Kejang atau kehilangan kesadaran tiba-tiba
- Gangguan penglihatan mendadak
- Mual dan muntah tanpa sebab yang jelas
- Gangguan keseimbangan atau perubahan kognitif
Penyebab dan proses diagnosis
Menurut Dr. Dwi, penyebab pasti tumor otak belum sepenuhnya diketahui. Namun, faktor genetik disebut menjadi salah satu faktor risiko utama, sementara paparan toksin diduga ikut berkontribusi.
Untuk memastikan diagnosis diperlukan serangkaian pemeriksaan, termasuk pengambilan sampel jaringan atau biopsi. Hasil pemeriksaan menentukan apakah tumor bersifat jinak atau ganas dan memengaruhi pilihan terapi.
Opsi penanganan meliputi:
- Operasi
- Radioterapi
- Kemoterapi
- Kombinasi beberapa metode sesuai jenis dan kondisi tumor
Kejadian pada usia muda dan kondisi lain yang mirip tumor
Dr. Dwi mengingatkan bahwa tumor otak tidak lagi hanya ditemukan pada usia lanjut. Kasus juga dapat terjadi pada usia muda tergantung jenis sel yang berkembang.
Selain tumor, infeksi tuberkulosis (TB) pun bisa menyerang otak dan membentuk lesi yang menyerupai tumor. Oleh karena itu pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk membedakan kedua kondisi tersebut.
Imbauan fasilitas kesehatan
CEO Columbia Asia Hospital Medan, dr. Stella Sheyren Sumampow, menegaskan pentingnya akses layanan neurologi yang cepat dan tepat. Edukasi masyarakat soal tanda awal gangguan saraf dinilai krusial untuk meningkatkan keberhasilan penanganan.
Semakin cepat pasien mendapatkan pemeriksaan dan diagnosis yang tepat, semakin besar peluang untuk memperoleh penanganan yang optimal.
Kesimpulan: Masyarakat diimbau tidak menunda konsultasi bila mengalami nyeri kepala menetap, kejang, atau gejala neurologis lain. Deteksi dini meningkatkan peluang keberhasilan terapi dan memengaruhi prognosis pasien.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
LBH Medan Laporkan Dirreskrimum Polda Sumut Atas Penanganan Kasus Berlarut
LBH Medan melaporkan Dirreskrimum Polda Sumut dan penyidik ke Kapolri serta lembaga pengawas, menyorot penan...
Polresta Deliserdang Periksa Pejabat Kebun Sei Putih Terkait Dugaan Korupsi
Polresta Deliserdang memanggil pejabat Kebun Sei Putih PTPN-IV terkait dugaan penyalahgunaan anggaran kegiat...
Kuasa Hukum: Antonius Tumanggor Tak Terlibat Kontak Fisik dalam Insiden Medan
Kuasa hukum Antonius menyebut insiden di Gang Tapanuli (5 Juni 2026) bermula dari provokasi pengemudi; Anton...
DPRD Deliserdang Gelar RDP Sengketa Ruko Delimas Plaza
DPRD Deliserdang menggelar RDP soal sengketa ruko Delimas Plaza; pedagang minta Pemkab menunda eksekusi hing...
Langkat Peringati Harganas 2026, Tekankan Peran Keluarga untuk Indonesia Emas
Wakil Bupati Langkat pimpin peringatan Harganas 2026; pemerintah tekankan tiga pilar keluarga untuk memanfaa...
Bupati Tarmizi Lantik Pejabat Saat Berkantor Sehari di Aceh Barat
Aceh Barat menggelar Berkantor Sehari di Desa Blang Dalam (29/6), sekaligus melantik pejabat Eselon II-III d...