NTT Prioritas MBG: Aktivasi 1.703 SPPG 3T Dikebut
Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau kesiapan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu 18 Agustus 2026. Pemerintah memprioritaskan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) untuk percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menekan angka stunting dan memastikan standar gizi terpenuhi.
Peninjauan dan penetapan prioritas 3T
Zulhas menegaskan keputusan percepatan pelaksanaan MBG di wilayah 3T diambil dalam rapat yang dipimpinnya. Fokus utama mencakup NTT, Maluku, dan seluruh provinsi Papua.
"Memang sudah keputusan rapat yang saya pimpin dua minggu yang lalu, 3T, NTT seluruhnya, Maluku seluruhnya, Papua seluruhnya. Papua ada enam provinsi, Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan,"
Daftar provinsi Papua yang disebut Zulhas antara lain:
- Papua
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Selatan
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
Penataan SPPG dan target percepatan
Pemerintah sedang menata 8.617 SPPG di wilayah terpencil, termasuk 1.703 SPPG yang tergolong 3T. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat intervensi pemenuhan gizi di daerah prioritas.
Tantangan operasional dan standar gizi
Zulhas mengingatkan pengelola SPPG untuk tidak mengurangi menu dan standar gizi meski pelaksanaan dipercepat di wilayah sulit akses. Ketersediaan bahan pangan, distribusi, dan kondisi geografis memerlukan koordinasi lintas lembaga.
"Tolong jangan dikurang-kurangi menunya, tidak boleh mengurangi ketentuan dan tidak boleh mengurangi gizi yang sudah standar dalam MBG,” ujar Zulhas.
Data capaian program
Saat ini program MBG telah menjangkau sekitar 62,6 juta penerima manfaat melalui 27.485 SPPG yang aktif. Dukungan rantai pasok melibatkan 134.881 pemasok lokal dari UMKM, BUMDes, koperasi, dan pemasok lainnya.
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Total SPPG yang ditata | 8.617 |
| SPPG kategori 3T | 1.703 |
| Penerima manfaat MBG | 62,6 juta |
| SPPG beroperasi | 27.485 |
| Pemasok lokal | 134.881 |
| Pengajuan SPPG 3T di NTT | 1.123 |
| SPPG 3T tervalidasi di NTT | 170 |
Fokus pada NTT dan upaya menekan stunting
NTT menjadi perhatian khusus karena prevalensi stunting yang tinggi. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di NTT mencapai 37%. Beberapa kabupaten dengan angka stunting tinggi adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, dan Timor Tengah Utara.
Pemerintah berharap percepatan aktivasi SPPG di kawasan prioritas tidak hanya menambah jumlah layanan, tetapi juga menjaga kualitas pemenuhan gizi. Peninjauan langsung ke lapangan menjadi langkah evaluasi untuk memastikan hambatan operasional dapat diatasi dan manfaat program cepat sampai kepada anak-anak di wilayah 3T.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mentrans: Pembangunan Transmigrasi Harus Terintegrasi
Menteri Transmigrasi tegas: pembangunan transmigrasi harus terintegrasi, bukan sporadis, lewat lima program...
Brimob Jateng Sediakan Air Minum untuk Pengungsi Gempa Flores
Brimob Polda Jateng menempatkan mobil air siap minum di Ronting, Manggarai Timur, pada 23 Agustus 2026 untuk...
Kemendikdasmen Salurkan Rp860 Juta untuk 61 Sekolah Terdampak Gempa NTT
Kemendikdasmen menyalurkan logistik dan voucher Rp860 juta untuk 61 sekolah terdampak gempa di Nagekeo dan N...
Prabowo Tiba di Palembang dan Pimpin Rapat Penanganan Karhutla
Presiden Prabowo tiba di Palembang 24 Agustus 2026 dan langsung pimpin rapat penanganan karhutla, sambil men...
Wakil Ketua DPR: Pembahasan RUU Perampasan Aset Harus Hati-hati
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati minta pembahasan RUU Perampasan Aset dilakukan hati-hati agar tidak jadi alat p...
Prabowo Perintahkan Sumur Bor di 300 Titik Panas Riau
Presiden Prabowo perintahkan pembuatan sumur bor di 300 titik panas Riau untuk cegah karhutla; 306 hotspot t...