Olahraga

NOC dan PSF Dorong Atlet Berprestasi Tanpa Tinggalkan Pendidikan

Bagikan:
Konferensi NOC dan Putra Sampoerna Foundation dukung pendidikan atlet di Jakarta

Komite Olimpiade Indonesia (NOC) dan Putra Sampoerna Foundation (PSF) menjalin kerja sama untuk memastikan atlet Indonesia bisa meraih prestasi tanpa harus meninggalkan pendidikan. Pengumuman ini disampaikan pada konferensi pers di Jakarta, 30 Juli 2026. Program bertujuan menciptakan ekosistem yang mendukung karier atlet di arena sekaligus jenjang akademik setelah pensiun.

Kolaborasi NOC dan PSF

Kerja sama fokus pada penyediaan akses pendidikan yang fleksibel bagi atlet dari berbagai cabang olahraga. NOC menegaskan pendidikan menjadi fondasi penting dalam pengembangan atlet yang berkelanjutan. Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum NOC, mengatakan tujuan program adalah menyiapkan atlet untuk kehidupan setelah kompetisi.

"Kami meyakini bahwa pendidikan harus beriringan sebagai fondasi dalam membentuk atlet yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan. Tapi, juga siap menghadapi kehidupan setelah kompetisi nanti,"

"Melalui program ini, kami ingin mengajak seluruh atlet Indonesia dari berbagai cabang olahraga untuk tetap fokus pada pendidikan. Jadi atlet adalah profesi dengan batas waktu, tetapi pendidikan adalah modal penting dalam kehidupan setelah pensiun,"

Akses Pendidikan dan Beasiswa

Program kolaborasi menyediakan beberapa bentuk dukungan pendidikan. Salah satunya adalah beasiswa 100 persen untuk atlet-siswa terpilih. Harapannya, kebijakan ini menghapus pilihan menyakitkan antara mengejar prestasi atau melanjutkan pendidikan.

  • Beasiswa penuh untuk peserta terpilih

Suara Atlet dan Pendukung

Atlet renang Richard Sam Bera menyoroti tantangan menggabungkan karier olahraga dan pendidikan. Ia menilai keduanya bisa berjalan bila ada disiplin, dukungan sistem pendidikan, dan kemauan kuat.

"Kecerdasan akademis Anda berbanding lurus dengan prestasi akademis Anda. Karena untuk meningkatkan prestasi olahraga perlu kapasitas memperbaiki diri. Itu tidak mudah dan bisa ditimpa di sekolah,"

Pendiri Maria Monique Last Wish Foundation, Natalia Tjahja, hadir untuk menyampaikan pesan gerakan 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP). Ia membawa pesan Presiden International Paralympic Committee, Andrew Parsons, terkait kemitraan MMLWF sejak 11 Juli 2026. Program ini mengajak atlet menyampaikan dukungan kepada atlet difabel di seluruh dunia.

Atlet seperti Syuci Indriani dan Krisna Bayu turut memberi motivasi sebagai bentuk solidaritas terhadap olahraga yang inklusif.

Dampak dan Harapan

Konferensi menegaskan bahwa pengembangan olahraga kini tidak hanya soal medali. Pendidikan diposisikan sebagai komponen vital untuk mempersiapkan kehidupan atlet setelah kompetisi. NOC dan PSF berharap program ini melahirkan atlet berprestasi sekaligus berpendidikan yang bisa menginspirasi masyarakat luas.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait