Aktor Munafik Hadapi Tantangan Hafal Ayat Rukiah
Aktor dan kru film adaptasi "Munafik" versi Indonesia menjalani persiapan intens untuk memastikan kesesuaian bacaan rukiah, termasuk pendampingan ustaz, disiplin harian hafalan, dan sesi syuting maraton yang berlangsung menjelang penayangan September 2026.
Persiapan hafalan dan tekanan peran
Para pemeran utama diwajibkan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid dan makhraj. Persiapan berlangsung sejak pra-produksi dan berlangsung ketat pada sesi reading.
Aktor Dimas Aditya, yang memerankan Ustaz Anwar, mengaku sempat berada di titik terberat hingga mempertimbangkan mundur karena beban tuntutan peran sangat besar.
"Setiap hari kita harus stor hafalan Mbak. Jadi kalau misalnya salah suruh ulang lagi, sampai aku stres," kata Dimas dalam sebuah wawancara video, Rabu, 12 Agustus 2026.
Pendampingan ustaz dan standar bacaan
Untuk menjaga ketepatan bacaan, tim produksi mendatangkan ustaz ahli rukiah sebagai konsultan langsung di lokasi syuting. Pendampingan ini memastikan setiap lafaz memenuhi kaidah tajwid dan makhraj.
Selama sesi latihan, aktor wajib menyetorkan hafalan ayat secara berkala. Bila ditemukan kesalahan pelafalan, mereka harus mengulang dari awal sampai benar.
Beban mental dan pengalaman pemeran
Aktris Izabel Jahja, pemeran Umi, menyaksikan langsung tingginya disiplin dan tekanan mental yang dialami para pemeran ustaz. Latihan berulang-ulang bertujuan menjaga penghormatan terhadap teks suci sekaligus menjawab ekspektasi penonton akan otentisitas.
"Mereka berdua latihan dengan ustaz dan sehari-harian waktu reading cukup stres karena ingin benar-benar sampai kata demi kata itu tidak ada kesalahan," ujar Izabel.
Syuting maraton dan tantangan lapangan
Selain beban hafalan, produksi menghadapi tantangan fisik. Tim melakukan pengambilan gambar maraton selama 35 hari di berbagai lokasi, termasuk daerah dingin seperti Puncak dan wilayah Sukabumi, hingga pelosok Jawa Timur.
Cuaca ekstrem, hujan lebat, dan medan berlumpur menuntut stamina ekstra dari seluruh kru dan pemain selama proses syuting.
Penutup: harapan penonton dan jadwal tayang
Kendati melalui persiapan panjang dan medan yang menguras tenaga, para pemain menyatakan puas dengan hasil akhir. Film adaptasi ini diharapkan menyuguhkan horor religi yang berkualitas bagi penikmat bioskop Tanah Air.
Film dijadwalkan menyapa penonton pada September 2026. Untuk melihat cuplikan dan cerita di balik layar, tonton wawancara video terkait di sini.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Paramount Rilis Trailer Kedua 'Ebenezer' dengan Johnny Depp
Paramount rilis trailer kedua 'Ebenezer' karya Ti West; Johnny Depp kembali sebagai Ebenezer Scrooge dalam v...
Agnez Monica Akan Isi Opening Ceremony MotoGP Mandalika
Agnez Monica akan tampil di Opening Ceremony MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circ...
Trailer Kedua Sense and Sensibility Rilis, Daisy Edgar-Jones Jadi Elinor
Trailer kedua adaptasi Jane Austen, Sense and Sensibility, dirilis 30 September 2026; Daisy Edgar-Jones meme...
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...