Jakarta Terapkan Pembayaran Kartu Kredit Nirsentuh di MRT
Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan sistem pembayaran EMV contactless di jaringan MRT, Rabu lalu, bertempat di Stasiun Bundaran HI. Kebijakan ini memungkinkan penumpang membayar tarif dengan mengetap kartu kredit yang memenuhi syarat di pintu masuk stasiun, tanpa perlu membeli kartu elektronik khusus atau mengisi saldo terlebih dahulu.
Peluncuran dan cara kerja
Gubernur Pramono Anung meresmikan fitur baru tersebut dalam sebuah acara di Bundaran HI. Sistem menerima kartu kredit berlogo Visa, Mastercard, dan jaringan kartu lain yang akan ditambahkan di masa mendatang. Implementasi memakai standar EMV sehingga kartu yang mendukung fungsi nirsentuh bisa langsung digunakan di gerbang otomatis MRT.
Pramono Anung mengatakan bahwa sistem ini merupakan terobosan pertama di Indonesia yang menerima kartu kredit nirsentuh, dan jaringan kartu lain dapat ditambahkan di masa depan.
Manfaat bagi penumpang dan wisatawan
Pembayaran dengan kartu kredit nirsentuh diharapkan memudahkan wisatawan mancanegara yang sudah familiar menggunakan opsi serupa di kota-kota besar lain. Dengan begitu, pengunjung tidak perlu lagi membeli kartu transportasi atau mengurus top up saat tiba di Jakarta.
Selain kemudahan bagi pengguna asing, langkah ini juga menyederhanakan proses bagi warga lokal yang memiliki kartu bank berfitur nirsentuh. Penumpang cukup mengetap kartu mereka saat masuk dan keluar stasiun untuk pembayaran tarif.
Konsekuensi bagi sistem tiket dan akses publik
Sebelumnya, penumpang wajib memakai kartu uang elektronik Indonesia atau membeli tiket khusus MRT. Dengan hadirnya opsi kartu kredit nirsentuh, operator akan mengelola rekonsiliasi transaksi dan integrasi sistem tarif agar tetap akurat dan aman.
Otoritas transportasi perlu memastikan kompatibilitas sistem untuk menghindari gangguan operasional. Namun, langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan MRT agar lebih ramah pengguna internasional.
Konteks lebih luas: target menjadi kota global
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta menerima sekitar 2,5 juta pengunjung pada 2024. Gubernur menilai peningkatan akses dan kemudahan transportasi publik menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
Dengan mempermudah cara bayar, pemerintah berharap Jakarta semakin menarik bagi pelancong dan investor, sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih luas.
Ke depan, otoritas akan memantau pelaksanaan sistem ini dan menilai kemungkinan perluasan jaringan kartu serta penyempurnaan teknis untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pembayaran.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Perawatan Ban Motor: Cek Tekanan dan Tanda Penggantian
Pengendara wajib cek kondisi ban secara rutin: tekanan angin, keausan, dan kerusakan agar stabilitas dan kes...
Bocelli Tetap Konser di Indonesia, Dua Tanggal di Borobudur dan JIExpo
Andrea Bocelli tetap menggelar dua konser di Indonesia pada 31 Okt (Borobudur) dan 3 Nov (JIExpo) meski mend...
Ye Bela Penampilan di Konser Jakarta yang Diikuti 70.000 Penonton
Rapper Ye membela penampilannya di konser GBK yang dihadiri sekitar 70.000 orang meski menerima kritik soal...
Jakarta Kebanjiran 25.000 Pengunjung Mancanegara Jelang Konser Ye
Imigrasi catat ~25.000 pengunjung mancanegara ke Jakarta menjelang konser Ye; puncak 10.000 pada 23 Okt dan...
Nuanu Dukung UMKM Bali Rp60–70 Miliar, Sutala Market 2027
Nuanu Creative City menyatakan telah menyalurkan Rp60–70 miliar ke UMKM Bali dan menyiapkan Sutala Market se...
Otoritas Tangerang Cari Pemilik Sejati McLaren 570S, Tercatat atas Nama Montir
Otoritas pajak Tangerang menelusuri McLaren 570S bernilai hampir Rp 5 miliar setelah montir yang tercatat me...