Bobby Nasution Buka MPLS 2026 Sumut, Tekankan Larangan Kekerasan di Sekolah
Binjai, 13 Juli 2026 — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membuka masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2026 bagi siswa baru SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Sumut di SMA Negeri 1 Binjai, Senin (13/7). Acara ini diikuti secara luring dan daring oleh 130.613 siswa baru dari 749 sekolah negeri di provinsi itu. Bobby menekankan larangan kekerasan di sekolah dan meminta pembinaan dilakukan lewat teguran dan sanksi yang mendidik.
Pesan gubernur: hormati guru, larang kekerasan
Bobby meminta seluruh siswa menjunjung disiplin, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati guru dan orang tua sebagai bagian dari proses pendidikan.
“Untuk anak-anakku semua, tolong hormati dan hargai guru. Mereka adalah orang tua kita selama di sekolah. Patuh kepada orang tua dan guru menjadi kunci kesuksesan,”
Gubernur menegaskan kepada guru agar tidak bertindak semena-mena. Pembinaan harus dilakukan dengan kasih sayang sehingga siswa tidak hanya unggul akademis, tetapi juga berkarakter dan beretika.
Rincian MPLS dan partisipasi
Kepala Dinas Pendidikan Sumut melaporkan MPLS berlangsung pada 13-17 Juli 2026. Kegiatan digelar secara kombinasi luring dan daring untuk menyesuaikan kondisi setiap daerah.
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| SMA/SMK/SLB Negeri | 749 sekolah |
| Siswa baru | 130.613 siswa |
| Ruang kelas baru (2026) | 120 ruang |
| Rehabilitasi ruang kelas | 189 ruang |
Alexander Sinulingga menegaskan MPLS harus berjalan edukatif dan inklusif. Ia juga menekankan kegiatan bebas dari perundungan dan kekerasan.
Komitmen perbaikan fasilitas dan program
Bobby mengaitkan pelaksanaan MPLS dengan prioritas pendidikan nasional di bawah kepemimpinan Presiden. Pemerintah pusat dan daerah disebutnya terus membenahi fasilitas sebagai fondasi menuju target Indonesia Emas 2045.
Sebagai bukti komitmen, pemerintah provinsi pada 2026 membangun 120 ruang kelas baru dan merehabilitasi 189 ruang kelas. Selain itu, ada pengembangan sekolah unggulan, boarding school, dan program sekolah gratis di daerah prioritas.
Dampak dan harapan
Penerapan pembinaan tanpa kekerasan diharapkan melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing. Sinergi antara guru dan orang tua disebut kunci untuk mencapai tujuan itu.
Pelaksanaan MPLS 2026 menjadi momentum memperkuat etika pendidikan sekaligus meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran di Sumatera Utara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wali Kota Padangsidimpuan Ajak Warga Jauhi Narkoba saat Maulid Nabi
Wali Kota Padangsidimpuan hadiri Maulid Nabi di Kelurahan Timbangan, ajak warga jauhi narkoba dan perkuat ke...
Polsek Dampingi Pemakaman Balita Korban Kebakaran di Padangsidimpuan
Polsek Padangsidimpuan Hutaimbaru mendampingi pemakaman balita korban kebakaran 26 Agustus; Kapolsek imbau w...
Sumut Percepat Pendaftaran Tanah Wakaf lewat Nota Kesepahaman
Nota Kesepahaman percepat pendaftaran tanah wakaf Sumut ditandatangani 27 Agustus untuk melindungi aset waka...
RSUD Meuraxa Jalin Kerja Sama Rujukan Kesehatan dengan Dayah Thalibul Huda Bayu
RSUD Meuraxa melakukan kunjungan ke Dayah Thalibul Huda Bayu (27/8) untuk menjalin kerja sama rujukan keseha...
Donor Darah ASN dan PPPK Aceh Kumpulkan 90 Kantong
ASN dan PPPK paruh waktu Dinas Kesehatan Aceh mengumpulkan 90 kantong darah pada donor tahap III yang digela...
Semen Andalas FC Vs DPRK Aceh Besar Buka Carlos Cup 2026
Laga pembuka Carlos Cup 2026: Semen Andalas FC vs DPRK Aceh Besar FC digelar Jumat 28 Agustus 2026 di Lapang...