DPRD: Penertiban Parkir Medan Harus Dongkrak PAD
Medan — Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PKS, Syaiful Ramadhan, menyambut langkah Tim Cakrawala Dinas Perhubungan yang menertibkan pelaksana parkir di sejumlah titik Kota Medan pada pekan ini. Ia menilai penertiban perlu diarahkan bukan sekadar untuk viral, tetapi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menutup kebocoran penerimaan.
Apresiasi sambil menuntut hasil nyata
Syaiful menyatakan penertiban yang dilakukan oleh Tim Cakrawala patut diapresiasi. Namun menurutnya, evaluasi keberhasilan harus berdasarkan dampak ekonomi bagi daerah dan masyarakat.
"Penertiban yang dilakukan Tim Cakrawala patut kita apresiasi. Tetapi yang paling penting bukan sekadar viralnya penindakan, melainkan bagaimana program ini mampu meningkatkan pendapatan daerah dari sektor parkir secara signifikan,"
Ia mengingatkan agar penindakan tidak berubah menjadi tontonan di media sosial tanpa adanya target penerimaan yang jelas.
Data realisasi retribusi parkir
Syaiful menyoroti rendahnya kontribusi retribusi parkir tepi jalan umum terhadap PAD Kota Medan. Menurutnya, potensi besar belum termaksimalkan karena pengelolaan belum profesional dan transparan.
| Tahun | Realisasi (Rp miliar) | Target (Rp miliar) |
|---|---|---|
| Tahun berjalan | 19,114 | 100,000 |
| Tahun sebelumnya | 24,883 | - |
Butuh pengelolaan modern dan skema pembinaan
Ia menekankan perlunya solusi komprehensif dari Pemerintah Kota Medan. Sistem pengelolaan parkir harus diperbaiki agar lebih modern, akuntabel, dan mampu menutup celah kebocoran pendapatan.
"Pemerintah harus hadir memberikan solusi. Penataan parkir harus berjalan beriringan dengan peningkatan PAD sekaligus membuka dan menjaga lapangan pekerjaan. Jangan sampai penertiban hanya berujung pada penindakan tanpa ada skema pembinaan dan penataan yang lebih baik,"
Syaiful juga menyoroti aspek sosial: banyak masyarakat menggantungkan penghasilan dari sektor parkir. Karena itu, penertiban perlu diimbangi dengan program pembinaan agar pendapatan dan kepastian kerja terjaga.
Implikasi dan harapan ke depan
Menurut Syaiful, perbaikan tata kelola akan menekan kebocoran, memperbesar PAD, dan memberi pelayanan lebih baik kepada masyarakat. Ia berharap Tim Cakrawala menjadi bagian dari reformasi pengelolaan parkir yang berkelanjutan.
"Kalau tata kelolanya diperbaiki, kebocoran bisa ditekan, PAD meningkat, masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, dan para pelaksana parkir juga memiliki kepastian dalam bekerja. Itu yang seharusnya menjadi tujuan utama dari penertiban ini,"
Dengan arah kebijakan yang jelas, penertiban parkir tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi Kota Medan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wawali Sabang Hadiri HUT ke-27 Bireuen, Ajak Perkuat Kerja Sama Antar Daerah
Wawali Sabang Suradji Junus menghadiri HUT ke-27 Bireuen (12/10), menyampaikan harapan peningkatan pembangun...
Aceh Besar Dukung PKM UIN Ar-Raniry, 517 Mahasiswa Turun
Pemkab Aceh Besar bahas PKM UIN Ar-Raniry melibatkan 517 mahasiswa di Lhoknga dan Leupung, mulai 22 Oktober...
Bupati Aceh Besar Tekankan Pelestarian Bahasa Aceh di Festival 2026
Bupati Aceh Besar minta peran bersama menjaga bahasa Aceh dan mendorong perlindungan hak budaya seperti kuah...
Kecelakaan di Simalungun: 5 Luka, Ibu Hamil Alami Keguguran
Kecelakaan di Jalan Medan Km 20-21, Simalungun, menewaskan tidak ada korban jiwa; lima penumpang luka dan se...
Wesly Silalahi Hadiri Ibadah Utus-Sambut di GPIB Maranatha
Wali Kota Wesly Silalahi hadir dalam ibadah utus-sambut GPIB Maranatha, memberi penghargaan kepada pendeta l...
Alokasi Bantuan Bedah Rumah Sumut 2026 Melonjak Jadi 15.011 Unit
Pemprov Sumut meningkatkan alokasi bedah rumah 2026 menjadi 15.011 unit; pemda diminta segera lengkapi admin...