Motul Upgrade 510 2T dan 710 2T, Penuhi Standar JASO FD
JAKARTA — Motul mengumumkan pembaruan produk pelumas dua tak, MOTUL 510 2T dan MOTUL 710 2T, pada awal Juni 2026. Perubahan ini dilakukan untuk membuat kedua produk memenuhi standar terbaru JASO FD M345, sekaligus menyelaraskan identitas visual dengan pedoman global perusahaan.
Kenapa pembaruan dilakukan
Pembaruan ini bertujuan memastikan pelumas tetap relevan dengan perkembangan teknologi mesin dan kebutuhan pasar roda dua di Indonesia. Menurut manajemen, upgrade spesifikasi penting untuk memberikan perlindungan mesin yang lebih baik dan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.
"Upgrade ataupun pembaruan ini karena Motul selalu menyesuaikan dengan standar terbaru dan tertinggi yang tujuannya untuk memastikan konsumen mendapatkan perlindungan mesin yang lebih optimal, performa yang konsisten, serta pengalaman berkendara yang lebih nyaman dalam penggunaan harian maupun kebutuhan performa tinggi," kata Welmart Purba, Managing Director PT Motul Indonesia Energy.
Apa itu standar JASO FD M345?
Standar JASO M345 dari Jepang menjadi acuan pengujian pelumas 2-tak. Standar ini mengukur empat karakteristik utama sebagai berikut:
- Lubricity (kemampuan pelumasan)
- Detergency (daya pembersih)
- Pengurangan asap
- Pengendalian deposit
Pada skala JASO, level FD menempati posisi tertinggi dibandingkan spesifikasi sebelumnya seperti JASO FC. Dengan memenuhi JASO FD, produk diharapkan memberikan pembakaran lebih bersih dan mengurangi residu pada mesin.
Detail produk dan distribusi
MOTUL 510 2T diposisikan untuk penggunaan harian. Formulasinya dirancang untuk melindungi komponen dari keausan, menjaga respons mesin stabil di lalu lintas perkotaan, dan memperpanjang usia pakai mesin. Teknologi Anti-Smoke dengan formula low smoke membantu mengurangi keluaran asap berlebih sehingga pembakaran lebih bersih.
Sementara MOTUL 710 2T juga telah ditingkatkan spesifikasinya untuk memenuhi persyaratan JASO FD M345. Perusahaan menyatakan pembaruan identitas visual akan diterapkan bersamaan dengan perubahan formula.
Motul akan menjalankan mekanisme peluncuran secara bertahap lewat skema phase in dan phase out. Langkah ini dimaksudkan agar proses distribusi dan ketersediaan produk baru berjalan lancar di seluruh jaringan penjualan di Indonesia.
Implikasi bagi konsumen
Dengan standar JASO FD, pengguna sepeda motor 2-tak berpotensi mendapatkan performa mesin lebih stabil, perawatan komponen yang lebih baik, dan pengurangan asap knalpot. Konsumen disarankan memeriksa label produk saat membeli untuk memastikan mereka memperoleh varian yang sudah diupgrade.
Untuk berita dan pembaruan lainnya, cek publikasi resmi Motul atau ikuti saluran berita:
Google News | WhatsApp Channel
Berita Terkait
Arai Agaska Optimistis, World Sportbike Jadi Arena Pembelajaran
Arai Agaska tetap optimistis setelah seri 4 World Sportbike di Aragon; tinggal di Italia dengan tim untuk ev...
Keluarga Sungkar Mulai Regenerasi, Rifat: Biarkan El Mayka Tumbuh
Rifat Sungkar melanjutkan "The Legend Continues" untuk regenerasi motorsport, mempersiapkan El Mayka dengan...
Wuling Eksion PHEV Uji Medan 550 Km, Hasil Media Drive
Wuling gelar Media Drive 3–5 Juni 2026; 32 jurnalis uji Wuling Eksion PHEV pada rute Jakarta–Purwokerto–Wono...
Bogor Hujan Trail 2026 Jadi Magnet Pecinta Off-Road, IPONE Ikut Meriahkan
IPONE turut meriahkan Bogor Hujan Trail 2026 di Klapanunggal dengan dukungan teknis dan expo, menyasar sport...
Wuling Eksion Gelar Media Drive di Jawa Tengah, 3-5 Juni 2026
Wuling Motors menggelar Media Drive Wuling Eksion pada 3-5 Juni 2026 rute Jakarta–Purwokerto–Wonosobo–Yogyak...
Pertengahan Musim Positif: Aldi Satya Mahendra Kumpul 75 Poin
Aldi Satya Mahendra mengoleksi 75 poin setelah seri Aragon; finis ke-6 dan ke-5 memberi modal untuk memburu...