Nasional

Molay Rambah Pasar Yordania, JAF Minta Sampel Tactical Boots

Bagikan:
Delegasi Angkatan Bersenjata Yordania meninjau fasilitas produksi PT Molay Satrya Indonesia

PT Molay Satrya Indonesia menarik minat Angkatan Bersenjata Yordania (Jordanian Armed Forces/JAF). Delegasi JAF datang ke fasilitas produksi Molay pada 17-20 September untuk meninjau kemampuan produksi dan sejumlah perlengkapan taktis buatan dalam negeri. Kunjungan ini dilakukan untuk menilai kualitas produk dan membuka peluang kerja sama industri pertahanan.

Kunjungan delegasi JAF ke fasilitas Molay

Delegasi JAF mengunjungi pabrik Molay antara 17 sampai 20 September. Rangkaian kunjungan bertujuan untuk melihat langsung proses produksi dan kemampuan penyesuaian produk sesuai kebutuhan militer. Kunjungan ini juga menjadi ajang memperkenalkan kapasitas industri taktikal Indonesia ke pihak internasional.

Produk yang dipamerkan

Dalam kunjungan itu, Molay memamerkan beberapa lini produk unggulan. Fokus presentasi tertuju pada tactical boots yang sudah menjadi andalan perusahaan. Selain itu, Molay juga memperkenalkan pakaian dinas tempur dan perlengkapan pelengkap lain.

  • tactical boots (sepatu boots taktis)
  • footwear lainnya
  • Battle Dress Uniform (BDU)
  • Kain desain loreng
  • Topi dan battle guard

Perwakilan Molay menegaskan bahwa produk dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan taktis dan medan operasi yang berbeda, serta menyesuaikan spesifikasi yang diminta.

Tanggapan dan permintaan sampel

Manajemen Molay menyatakan ada respons positif dari delegasi JAF usai kunjungan dan permintaan sampel beberapa produk unggulan. Permintaan ini menjadi langkah awal untuk evaluasi lebih mendalam oleh pihak militer Yordania.

"Setelah melakukan kunjungan, JAF menunjukkan ketertarikan dan respon positif,"

"Mereka meminta beberapa sample produk unggulan Molay seperti sepatu boots, kain desain loreng, topi, dan juga battle guard. Kami berharap ini bisa menjadi komitmen kerja sama antar kedua belah negara,"

Selain pernyataan dari pihak Molay, Brigadir Jenderal JAF Mohammad Almahaireh juga memberi respons positif terhadap produk yang dilihat selama kunjungan.

"Kami senang mengetahui bahwa Molay sudah berkembang pesat dan bisa mengembangkan produk sesuak kebutuhan.Dari sini tentu peluang kerja sama akan terbuka,"

Implikasi dan langkah selanjutnya

Kunjungan delegasi JAF berpotensi membuka peluang pasar baru bagi produsen perlengkapan taktikal Indonesia. Permintaan sampel menandai evaluasi awal yang dapat berlanjut ke pengujian teknis dan pembicaraan komersial. Molay menyatakan kesiapan untuk mengikuti proses evaluasi lebih lanjut sesuai standar dan spesifikasi yang diminta pihak pembeli.

Dengan minat dari angkatan bersenjata asing tersebut, industri perlengkapan taktikal nasional mendapat peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menembus pasar ekspor.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait