MagangHub Perluas Akses Kerja, 87 Ribu Peserta Telah Terpilih
Program Pemagangan Nasional (MagangHub) resmi menambah peserta setelah pemerintah menetapkan 41 ribu orang untuk mengikuti batch II angkatan kedua pada 23 September 2026 di Jakarta Selatan. Penetapan ini meningkatkan total peserta yang telah dipilih menjadi 87 ribu, dan pemerintah menargetkan 150 ribu peserta pada batch ketiga.
Jumlah pendaftar dan proses seleksi
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pendaftaran mencapai sekitar 350 ribu orang. Namun, setelah verifikasi dan seleksi ketat, hanya sebagian yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program magang.
"Yang mendaftar banyak, tapi yang eligible berdasarkan data yang kita cross-check. Lulusan satu tahun terakhir dari Kementerian Diktisaintek sekitar 350 ribu,"
Proses seleksi mencakup verifikasi kelayakan data dan kesesuaian kompetensi peserta dengan kebutuhan industri. Dari total pendaftar, pemerintah akhirnya menetapkan 41 ribu peserta untuk batch II angkatan kedua.
Target dan jadwal batch selanjutnya
Pemerintah menargetkan batch ketiga mencapai 150 ribu peserta. Namun sebelum pelaksanaan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk menilai keberhasilan batch sebelumnya dan menyesuaikan skema pelaksanaan.
"Nanti di batch ketiga insyaAllah kita akan bulatkan menjadi 150 ribu,"
Yassierli memperkirakan kick off batch ketiga dapat dilaksanakan sekitar awal November 2026, atau sekitar 1,5 bulan setelah pelaksanaan batch kedua.
Kolaborasi lintas kementerian
Program ini merupakan hasil kolaborasi beberapa kementerian dan lembaga yang berada di bawah arahan Presiden. Selain Kementerian Ketenagakerjaan, sejumlah instansi seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sekretariat Negara, dan Sekretariat Kabinet turut berperan.
Selain peran kementerian, jejaring tempat magang juga melibatkan berbagai lembaga dan mitra industri untuk menampung peserta selama periode pemagangan.
Manfaat bagi peserta
Program MagangHub dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta sekaligus memberi pengalaman kerja nyata. Selama enam bulan magang, peserta diharapkan membangun portofolio dan memperluas jejaring profesional.
"Sehingga enam bulan ini benar-benar bermanfaat untuk mereka,"
Dengan durasi dan pengawasan yang dipersiapkan, pemerintah berharap lulusan program memiliki peluang lebih besar memasuki pasar kerja formal.
Ke depan, evaluasi pelaksanaan dan sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk mewujudkan target peserta dan memastikan kualitas pengalaman magang bagi setiap peserta program.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
PT GUT Perkuat Peran di Proyek Kelistrikan Nasional
PT GUT perkuat peran sebagai EPC dalam proyek transmisi dan pembangkit geothermal, hadir di Electricity Conn...
Menkeu dan Mentan Nyatakan Perang terhadap Impor Beras Ilegal
Menkeu dan Mentan menyatakan perang terhadap impor beras ilegal per 22 September 2026; penindakan Bea Cukai...
Rupiah Melemah ke Rp17.884 per Dolar, Dipicu Geopolitik & The Fed
Rupiah ditutup melemah 0,21% ke Rp17.884 per dolar pada 22 Sept 2026 akibat gejolak geopolitik dan ekspektas...
IHSG Anjlok 1,69% ke 6.277,04, BEI Ubah Batas Harga Saham
IHSG anjlok 107,68 poin ke 6.277,04 pada 22 Sept 2026; transaksi tinggi dan BEI menurunkan batas harga saham...
Gabriel Rey Akuisisi 20% Saham TRUK, Siapkan Strategi Baru
Gabriel Rey dan Andry Hakim mengakuisisi 20% saham TRUK, mendorong rencana transformasi perusahaan dan lonja...
IHSG Ditutup Turun 1,11% ke 6.313,57, Aliran Modal Asing Keluar
IHSG turun 1,11% ke 6.313,57 pada sesi I (22/9/2026) didorong jual asing Rp503,12 miliar dan sentimen harga...