JKN Jangkau 98,6% Warga, BPJS Tekankan Prinsip Gotong Royong
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencakup 98,6 persen atau sekitar 286 juta warga, sehingga memberikan perlindungan finansial luas bagi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, saat acara cerdas cermat di Ballroom Kantor Pusat Jakarta, Selasa, 22 September 2026. Menurut Vetty, sistem ini dibangun atas dasar gotong royong untuk mencegah beban pengeluaran katastropik akibat sakit.
Capaian kepesertaan dan tujuan perlindungan
BPJS menegaskan bahwa cakupan hampir menyeluruh itu diharapkan memutus rantai kemiskinan akibat penyakit. Skema JKN membebaskan masyarakat dari beban biaya pengobatan yang bisa menghancurkan kondisi ekonomi keluarga. Vetty menyebutkan capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai pemilik sistem proteksi sosial yang besar.
"Program JKN ini merupakan program pemerintah, program prioritas yang diselenggarakan untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh jaminan pemeliharaan kesehatan sekaligus perlindungan finansial... Dengan gotong royong bersama ini, harapannya semua masyarakat walaupun sakit, ada perlindungan finansial yang melindungi mereka untuk berobat," kata Vetty.
Gotong royong sebagai landasan
Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, Mahesa Paranadipa Maykel, menekankan bahwa nilai tolong-menolong adalah fondasi utama sistem. Ia mengatakan bahwa kontribusi bersama antara yang mampu dan yang membutuhkan memastikan akses yang adil ke layanan kesehatan.
"Di balik itu ada sebuah gagasan besar yang sangat Indonesia, yaitu: gotong royong. Yang sehat membantu yang sakit, yang mampu membantu yang membutuhkan... kita semua menjaga agar ketika seseorang menghadapi risiko kesehatan, ia tidak menghadapi sendirian," kata Mahesa.
Imbauan untuk keberlanjutan program
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, mengingatkan pentingnya disiplin pembayaran iuran. Ia menyoroti bahwa status kepesertaan aktif menjadi penolong saat kebutuhan medis muncul secara tiba-tiba.
"Karena dengan BPJS aktif, besoknya kan hari sial, hari sakit kan enggak ada di kalender... Besoknya sakit, langsung bisa kita pakai. Itu hebatnya apa jaminan sosial ini," kata Stevanus.
Peningkatan mutu layanan dan tantangan ke depan
BPJS menyatakan terus mendorong transformasi mutu layanan melalui penyediaan fasilitas medis yang lebih mudah dan solutif. Namun, keberlanjutan program bergantung pada kesadaran publik untuk ikut serta dan menjaga iuran tetap terbayar. Sinergi antar-pemangku kepentingan dan partisipasi masyarakat akan menjadi kunci mempertahankan cakupan luas ini ke depan.
Dengan demikian, JKN diharapkan tak hanya melindungi akses perawatan, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi keluarga saat menghadapi risiko kesehatan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
BNN Temukan Narkotika Cair di Vape, Ancaman Kesehatan dan Sosial
BNN menemukan narkotika cair dalam vape; 1.716 dari 1.745 sampel positif. Ancaman kesehatan dan penyalahguna...
MRCCC Siloam Semanggi Perkuat Kompetensi Perawat Onkologi
MRCCC Siloam Semanggi tingkatkan kompetensi perawat onkologi dan targetkan 80% perawat bersertifikat setelah...
Nethan Nusaputra: 'Hidup Dimulai dari Pola' di TNI RUN 2026
Nethan Nusaputra bawa pesan 'Hidup Dimulai dari Pola' di TNI RUN 2026, mengajak memulai hidup sehat lewat ke...
IDAI: Anak dengan Influenza A Perlu Diberi Cairan Lebih Sering
IDAI Jabar: Beri cairan lebih sering pada anak dengan influenza A dan pantau frekuensi buang air kecil untuk...
IDAI: Data Rumah Sakit Belum Gambarkan Influenza Nasional
IDAI menyatakan kasus influenza meningkat di beberapa rumah sakit, namun data rumah sakit belum sepenuhnya m...
IDAI: Risiko Komplikasi Neurologis Influenza pada Anak
IDAI peringatkan influenza dapat picu komplikasi neurologis jarang pada anak, lebih berisiko pada yang punya...