Kesehatan

Wali Kota Bekasi Imbau Warga Hindari Bakar Sampah

Bagikan:
Wali Kota Bekasi mengimbau warga tidak membakar sampah; ilustrasi penyemprotan ekoenzim di jalan

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengimbau warga Kota Bekasi untuk tidak membakar sampah di lingkungan sekitar pada Selasa, 22 September 2026. Imbauan diberikan untuk mencegah dampak kesehatan dan risiko kebakaran pada lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Alasan imbauan: risiko kesehatan dan kebakaran

Tri mengatakan pembakaran sampah menimbulkan polusi yang membahayakan pernapasan. Pembakaran, terutama sampah plastik, dapat meningkatkan risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan kesehatan lain.

Saya selalu sampaikan kepada masyarakat bahwa pembakaran sampah itu lebih jahat, lebih kejam untuk merusak paru-paru kita. Jadi hindari betul membakar sampah, apa pun sampahnya, apalagi sampah plastik.

Fokus pada lahan TPA

Pemerintah Kota Bekasi juga memberi perhatian pada kondisi lahan TPA. Menurut penjelasan Tri, tumpukan sampah berpotensi menghasilkan gas metan yang memicu kebakaran saat musim kemarau.

Kita upayakan menekan gas metan di lahan TPA yang sumbernya dari sampah yang bisa memicu kebakaran. Makanya kami terus lakukan penyemprotan cairan ekoenzim.

Upaya teknis: penyemprotan ekoenzim

Pemkot melakukan penyemprotan cairan ekoenzim secara rutin untuk menekan potensi bahaya di TPA. Penyemprotan dilakukan menggunakan mobil tangki dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pemadam Kebakaran Kota Bekasi.

Selain di TPA, cairan ini juga disemprotkan di beberapa ruas jalan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan udara.

Cairan ekoenzim itu bermanfaat untuk mengikat udara yang terkena radikal bebas. Makanya kita secara berkala melakukan penyemprotan cairan tersebut di jalan-jalan.

Dampak dan harapan pemerintah

Pemerintah berharap kombinasi imbauan kepada warga dan tindakan teknis dapat menurunkan kejadian pembakaran sampah serta meminimalkan risiko kebakaran TPA. Selain itu, penurunan pembakaran diharapkan membawa perbaikan kualitas udara dan menurunkan kasus gangguan pernapasan di wilayah kota.

Imbauan penting yang disampaikan adalah agar warga benar-benar menghindari pembakaran sampah, terutama plastik, serta memanfaatkan layanan pengelolaan sampah yang disediakan oleh pemerintah kota untuk menjaga kesehatan publik dan keselamatan lingkungan.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait