Lokal

Leu Ue Bagikan 300 Bibit Cabai untuk 100 Keluarga

Bagikan:
Penyerahan simbolis bibit cabai di Kantor Keuchik Gampong Leu Ue, Aceh Besar

Kota Jantho, Aceh Besar — Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Leu Ue meluncurkan Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga dengan membagikan 300 bibit cabai kepada 100 keluarga pada Kamis, 20 Agustus, di Kantor Keuchik Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah. Program ini merupakan bagian dari implementasi ketahanan pangan nasional dan sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam mendorong kemandirian pangan.

Penyerahan simbolis dan pihak terkait

Penyerahan bibit dilakukan secara simbolis oleh Camat Darul Imarah, Muhammad Basir, S.STP., M.Si. Ia didampingi Pembina BPP Darul Imarah Noni Suarni, SP, serta Penyuluh Pertanian Lapangan Cut Rizka Fadhilla, SP. Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintahan gampong dan kelompok tani setempat.

Tujuan dan cara pelaksanaan

Melalui gerakan ini, setiap keluarga menerima tiga batang bibit cabai. BUMG Leu Ue memanfaatkan anggaran ketahanan pangan untuk mendistribusikan bibit tersebut dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi pangan rumah tangga secara mandiri.

Respons pemangku kebijakan

Camat Muhammad Basir memberikan apresiasi atas inisiatif Gampong Leu Ue dan BUMG. Menurutnya, program sederhana ini memberi dampak langsung bagi rumah tangga, terutama ibu-ibu, dan dapat dikembangkan di lingkungan masing-masing.

“Ide program ini luar biasa, kami mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh Keuchik Leu Ue. Setidaknya program ini dapat memberikan motivasi bagi para ibu-ibu rumah tangga,” ujar Muhammad Basir.

“Pemenuhan kebutuhan keluarga ini memang sederhana, namun sangat bermanfaat. Cabai ini, bila dirawat dengan baik, akan sangat membantu ekonomi keluarga. Hendaknya program semacam ini juga ditiru oleh gampong lain,” tambahnya.

Penjelasan Keuchik dan insentif perawatan

Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE ST, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga yang dibiayai dari dana ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa pembagian bibit adalah langkah awal untuk mendorong keluarga menanam dan memanen kebutuhan dapur sendiri.

“Ini program BUMG Gampong Leu Ue untuk pemberdayaan ekonomi keluarga dari anggaran yang bersumber dari dana ketahanan pangan. Dari 300 batang cabai yang disediakan, dibagikan untuk 100 keluarga. Setiap keluarga mendapatkan tiga batang,” jelas Yusri.

“Kami nantinya akan menyediakan hadiah menarik atau penghargaan bagi keluarga yang dinilai berhasil merawat tanaman cabainya hingga tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Dampak dan harapan ke depan

Pemerintah gampong berharap program ini meningkatkan kesadaran warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah bagi produksi pangan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dapur, penanaman cabai di rumah juga diharapkan mengurangi pengeluaran rumah tangga dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga di Leu Ue diharapkan menjadi contoh bagi gampong lain dan melengkapi upaya pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Aceh Besar.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait