Hiburan

Sinopsis Lastri: Arwah Kembang Desa — Film Horor Terinspirasi Nyata

Bagikan:

Lastri: Arwah Kembang Desa adalah film horor drama yang diproduksi Abelle Pictures dan disutradarai Hendry Tivo. Film ini mengangkat kisah balas dendam arwah yang terinspirasi dari legenda urban dan peristiwa nyata di Pati, Jawa Tengah. Film dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.

Sinopsis singkat

Cerita berfokus pada Atmi, wanita tua yang mulai diteror oleh arwah misterius. Arwah itu dikenal sebagai Lastri, sosok kembang desa yang meninggal tragis tiga puluh tahun lalu. Teror muncul sebagai tuntutan atas peristiwa kelam di masa lalu yang melibatkan banyak orang di desanya.

Lastri semasa muda diperankan oleh Hana Saraswati. Ia menikah dengan Turenggo (Gary Iskak), seorang juragan tambang pasir. Konflik bermula ketika Darman (Yama Carlos) diliputi rasa iri, dan fitnah yang disebarkan Atmi muda ikut menghancurkan kehidupan Lastri hingga membuatnya bunuh diri. Sejak itu, arwah Lastri dipercaya menghuni makam dan menuntut balas kepada mereka yang pernah menyakitinya.

Pemeran dan tim kreatif

  • Audy Bella sebagai Atmi
  • Hana Saraswati sebagai Lastri (kembang desa muda)
  • Gary Iskak sebagai Turenggo
  • Yama Carlos sebagai Darman
  • Joe Richard, Debby Sahertian, Ingrid Widjanarko, Ratu Meta, Rizal Jibran, dan Pak Yusub sebagai pemeran pendukung

Film ini diproduseri oleh Joe Richard dan Hendry Tivo, dengan naskah karya Puji Lestari.

Asal usul cerita

Tim produksi menyatakan cerita ini terinspirasi dari kisah nyata dan legenda urban yang berkembang di wilayah Pati, Jawa Tengah. Versi lokal legenda itu menggambarkan Lastri sebagai sosok yang sekaligus ditakuti dan dikagumi: membantu orang yang membutuhkan, tetapi tanpa ampun terhadap mereka yang menyakitinya.

Genre dan nuansa

Film menggabungkan elemen horor dan drama. Alur menekankan dendam, fitnah, dan konsekuensi sosial dari tindakan masa lalu. Pendekatan ini menempatkan arwah Lastri bukan sekadar hantu pembunuh, melainkan simbol dampak tragedi pada komunitas desa.

Dengan tanggal rilis yang telah diumumkan, film ini berpotensi memicu perbincangan tentang adaptasi legenda lokal ke layar lebar dan bagaimana kisah-kisah tersebut direkonstruksi untuk penonton modern.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait