BKKBN Pastikan Layanan KB Pascapersalinan Optimal di Denpasar
Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, memastikan pelayanan KB pascapersalinan di Kota Denpasar, Bali, berjalan optimal menjelang peringatan Hari Keluarga Nasional 2026. Pernyataan disampaikan pada 17 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses kontrasepsi bagi ibu pascamelahirkan.
Tujuan pelayanan dan fokus kebijakan
Isyana menegaskan layanan ini penting untuk mendukung keluarga sehat dan terencana. Pelayanan ditujukan untuk mengatur jarak kehamilan sehingga ibu dapat memberikan ASI eksklusif lebih optimal dan mendukung tumbuh kembang anak.
Pemerintah ingin memastikan setiap keluarga terencana, melalui pengaturan jarak kehamilan, ibu dapat lebih optimal memberikan ASI eksklusif kepada anak dan mendukung tumbuh kembang yang lebih baik,
Ia juga mendorong pemanfaatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang atau MKJP yang dinilai aman dan efektif bagi ibu setelah melahirkan.
Pelaksanaan di lapangan dan partisipasi masyarakat
Di Denpasar, antusiasme masyarakat terhadap layanan KB pascapersalinan terlihat tinggi. Banyak akseptor yang secara sukarela memanfaatkan layanan kontrasepsi segera setelah melahirkan. Isyana memberi apresiasi atas kesadaran tersebut.
Pelayanan ini dijalankan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan praktik bidan mandiri. Sinergi diharapkan memperluas jangkauan layanan dan memudahkan akses bagi keluarga.
Data kependudukan dan kebutuhan penguatan layanan
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, menilai program KB pascapersalinan memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan kependudukan kota. Ia menekankan perlunya penguatan fasilitas kesehatan dan bidan mandiri untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
| Indikator | Denpasar (2025) |
|---|---|
| Angka Kelahiran Total (TFR) | 1,79 |
| mCPR (Modern Contraceptive Prevalence Rate) | 49,7% |
Penguatan layanan KB pascapersalinan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas keluarga. Sekaligus mendukung pembangunan kependudukan yang berkelanjutan,
Implikasi dan langkah ke depan
Optimalisasi layanan pascapersalinan ditargetkan untuk meningkatkan cakupan MKJP dan menurunkan risiko kehamilan terlalu cepat. Program ini juga diharapkan mendukung pencapaian kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Ke depan, BKKBN dan pemda akan fokus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, penyediaan alat kontrasepsi yang memadai, serta edukasi kepada keluarga baru agar layanan lebih mudah dijangkau.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Yenny Wahid: Kebebasan Harus Bawa Kebahagiaan Bersama
Yenny Wahid mengatakan kebebasan harus menghasilkan kebahagiaan bersama dan tidak boleh merugikan orang lain...
Prabowo Undang Petugas Upacara HUT ke-81 ke Hambalang
Presiden Prabowo mengundang petugas upacara HUT ke-81 ke Hambalang sebagai bentuk apresiasi dan pesan menjag...
Menhub Pastikan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran
Menhub Dudy Purwagandhi pastikan evaluasi menyeluruh keselamatan pelayaran pasca empat kecelakaan, tekan int...
Pemerintah Rencanakan Pemangkasan Kuota BBM Subsidi 2027
Pemerintah berencana memangkas kuota BBM subsidi menjadi 20,09 juta kl pada 2027, sambil menaikkan alokasi a...
Mendagri Koordinasi Percepatan Penanganan Dampak Gempa NTT
Mendagri Tito Karnavian terus koordinasi percepatan penanganan gempa NTT, fokus evakuasi, listrik, dan distr...
Mendagri Waspadai Gempa Susulan di NTT, Penanganan Dimulai di Pelabuhan
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan potensi gempa susulan di NTT; Kementerian PU akan asesmen kerusakan di...