Labfor: Kaca Rumdis Wabup Deliserdang Pecah Akibat Mesin Potong Rumput
Deliserdang — Tim Labfor Polda Sumut menyimpulkan kaca jendela kamar Rumah Dinas Wakil Bupati Deliserdang pecah akibat hantaman benda kecil yang terpental dari mesin pemotong rumput, bukan akibat peluru. Kesimpulan ini disampaikan dalam pemeriksaan yang digelar Selasa (21/7) di Lubukpakam dan melibatkan tim forensik serta jajaran Polresta Deliserdang.
Hasil pemeriksaan forensik
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana menjelaskan bahwa pemeriksaan fisik kaca yang pecah tidak menemukan jejak peluru atau tanda gesekan proyektil. Temuan forensik menunjukkan pola pecah yang tidak konsisten dengan tembakan.
Kasubbid Fiskom Bidlabfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian menegaskan, berdasarkan pengujian, penyebab retak bukan karena tekanan yang sangat kuat sehingga benda tidak menembus hingga ke dalam kamar.
"Jadi bukan karena anak peluru,"
Kronologi dan keterangan saksi
Penyelidikan melibatkan keterangan saksi rumah tangga dan petugas taman. Asisten rumah tangga Indahwati dan petugas kebun Erwin menduga pecahan kaca terjadi saat Erwin membersihkan rumput di pekarangan rumah dinas.
"Hari Jumat, dua hari sebelum diketahui kaca jendela pecah, Erwin membersihkan rumput di sebelah kamar tidur Wakil Bupati. Diduga karena benda yang terpental, kaca itu pecah,"
Kejadian pecahnya kaca pertama kali ditemukan pada Minggu, 14 Juni 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, saat Wakil Bupati kembali ke rumah dinas usai menghadiri acara pesta rakyat di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu.
Respons pejabat dan tindak lanjut
Wakil Bupati Lom Lom Suwondo menyampaikan apresiasi atas kerja tim kepolisian yang melakukan pemeriksaan ilmiah. Ia berharap temuan forensik itu membantu menjernihkan peristiwa dan mengakhiri spekulasi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polri dari Polda Sumut hingga Polresta Deliserdang yang telah bekerja maksimal melakukan penyelidikan,"
Kapolresta dan tim forensik masih mendokumentasikan temuan sebagai bagian dari laporan resmi penyidikan. Hasil uji laboratorium menjadi dasar utama untuk menentukan apakah perlu ada langkah penyelidikan tambahan.
Konsekuensi dan konteks
Kesimpulan forensik yang menyatakan tidak ditemukan jejak peluru berpotensi meredam isu terkait keamanan pejabat daerah. Temuan ini juga menekankan pentingnya prosedur kerja aman saat menggunakan mesin pemotong rumput di area berdekatan dengan bangunan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Aceh Besar Dukung Kafilah MTQ di Semarang
Bupati Aceh Besar Muharram Idris bertemu kafilah MTQ di Semarang, beri dukungan moral dan uang saku untuk me...
Babinsa Lhoknga Imbau Warga Tingkatkan Waspada Musim Penghujan
Babinsa Koramil 03/Lhoknga mengimbau warga Meunasah Manyang tingkatkan kewaspadaan kesehatan dan kebersihan...
PGMNI Sumut Tawarkan Sinergi dengan Penmad Kemenag untuk Majukan Madrasah
PW PGMNI Sumut siap bersinergi dengan Penmad Kemenag Sumut untuk memajukan madrasah dan meningkatkan kesejah...
Muara–Sibandang Dikembangkan sebagai Sport Tourism, OWS Digelar 3 Oktober
Muara–Sibandang dikembangkan sebagai destinasi sport tourism; lomba Open Water Swimming dan Swim Run digelar...
Pemkab Simalungun Verifikasi 31 Titik KDMP untuk Operasional
Pemkab Simalungun bersama instansi verifikasi KDMP mulai 19/9; lima lokasi ditinjau dan 31 titik ditetapkan...
760 Atlet Ikut Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Antarkecamatan Medan
760 atlet pelajar dari 41 tim kecamatan berpartisipasi dalam Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Piala Wali Kota Me...