Perjudian Dadu 'Samkwan' Marak di Bekas Sky Garden Binjai
Binjai — Perjudian jenis dadu samkwan semakin ramai di lahan bekas Sky Garden, Jalan Sei Petani, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan. Warga melaporkan aktivitas itu terus berlangsung pada Minggu, 13 September. Mereka menduga lokasi beroperasi tanpa tindakan penegak hukum dan diduga mendapat "restu" tertentu. Informasi itu berasal dari warga dan sumber setempat yang meminta identitas disamarkan.
Lokasi dan pola operasi
Lokasi di bekas Sky Garden disebut menjadi titik utama permainan dadu setiap akhir pekan. Aktivitas berlangsung siang dan malam dengan jumlah pemain yang terus bertambah. Menurut warga, bandar mengatur permainan dan memasok modal dari dalam kompleks itu. Sumber menyebut bandar berinisial HC dan AL, dan keduanya dikenal sebagai warga keturunan etnis Tionghoa.
Klaim adanya "restu"
Warga mempertanyakan mengapa lokasi tidak pernah digerebek, meski sudah lama beroperasi. Mereka menilai keberlangsungan permainan menunjukkan ada pihak yang menutup mata. Seorang warga yang menolak disebut namanya, berinisial SR, mengatakan ia curiga ada perlindungan dari aparat setempat.
"Kalau memang mau digerebek, kenapa dibiarkan lagi, apa memang direstui petugas?"
Sumber lain menambahkan klaim lebih spesifik, menyebut HC diduga memberikan setoran mingguan kepada petugas. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai kabar dari lingkungan lokal dan belum terverifikasi secara independen.
Tanggapan kepolisian
Pihak kepolisian setempat merespons laporan warga. Kapolres Binjai, AKBP Bimo Moernanda, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan dan melakukan pengecekan di lokasi. Pernyataan itu muncul setelah informasi tentang perjudian tersebar di lingkungan masyarakat.
"Terima kasih informasinya, akan kami cek dan tindaklanjuti,"
Dampak dan langkah selanjutnya
Kemunculan perjudian di ruang publik memicu kekhawatiran soal keamanan dan ketertiban. Warga berharap ada tindakan cepat agar praktik ilegal tidak meresahkan masyarakat sekitar. Untuk langkah berikutnya, masyarakat diminta mendokumentasikan bukti dan melapor resmi kepada kepolisian agar penegakan hukum berjalan transparan.
Sampai pemeriksaan aparat selesai, klaim mengenai setoran dan perlindungan masih berstatus tuduhan dari sumber lokal. Penelusuran lanjutan dari aparat berwenang diharapkan memberi kepastian terhadap dugaan tersebut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ingin Jaya Juara Fahmil Quran Putra MTQ Aceh Besar 2026
Kafilah Kecamatan Ingin Jaya juarai Fahmil Quran Putra MTQ XXXV Aceh Besar 2026 dengan nilai 1.175, diumumka...
Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Pemkab Labuhanbatu mengeluarkan Perbup No.26/2026 yang mewajibkan 1 tahun pendidikan prasekolah untuk anak u...
Sat Lantas Polres Labuhanbatu Gelar Dikmas untuk Dukung Operasi Patuh Toba
Sat Lantas Polres Labuhanbatu gelar Dikmas bagi pelajar di Rantauprapat sebagai dukungan Operasi Patuh Toba...
Kapolres Dairi Turun Bagikan Helm pada Operasi Patuh Toba 2026
Kapolres Dairi turun langsung mengatur lalu lintas dan membagikan helm di Simpang Empat Sidikalang dalam Ope...
Polres Sibolga Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Polres Sibolga menggelar apel kesiapsiagaan pada 29 Oktober untuk memastikan personel dan sarana siap tangan...
Gema Kreasi Gelar Seminar Cegah Diabetes Sejak Dini di MAN 3 Medan
Gema Kreasi menggelar seminar 'Cegah Diabetes Sejak Dini' di MAN 3 Medan untuk edukasi kesehatan dan membuka...