Jembatan Gantung Tiang Bendera di Padangsidimpuan Rusak, Pemda Gerak Cepat
Padangsidimpuan — Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan, H. Rahmat Marzuki Nasution SH, merespons cepat kerusakan Jembatan Gantung Tiang Bendera di Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Pernyataan disampaikan saat acara Turnamen Memancing di Gunung Sisada Sada, Minggu (13/9). Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Kodim 0212/Tapanuli Selatan untuk penanganan.
Akses warga terputus, ratusan terdampak
Ambruknya jembatan akhir Agustus lalu menghentikan akses utama bagi sekitar 500–700 warga dan petani setiap hari. Dampaknya terasa pada kegiatan pertanian: petani yang hendak menuju lahan sawah Sihoring-Koring seluas hampir 900 hektar kini terpaksa menyeberang Sungai Batang Ayumi secara manual.
Akibatnya, risiko keselamatan meningkat, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat menaikkan debit sungai. Situasi ini memicu keluhan masyarakat dan mendesak pemerintah setempat untuk bertindak cepat.
Langkah pemerintah: tinjau teknis dan perbaikan
Pemerintah kota tidak tinggal diam. Sekda menyatakan telah memerintahkan PUPR melakukan kajian teknis untuk mengetahui tingkat kerusakan dan estimasi anggaran perbaikan. Selanjutnya, perbaikan fisik akan melibatkan Kodim setempat agar pengerjaan dapat dipercepat.
“Kita sudah perintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengkaji secara teknis, kerusakan jembatan gantung itu, termasuk besaran anggarannya, kemudian akan segera di perbaiki Kodim,”
Imbauan keselamatan dan solusi sementara
Sambil menunggu perbaikan permanen, pemerintah kota mengimbau warga tetap berhati-hati jika menggunakan jalur alternatif menyeberangi sungai. Peringatan khusus ditekankan pada musim hujan, ketika debit air dapat naik secara signifikan.
Pihak Pemda menyatakan sedang merumuskan langkah taktis jangka pendek agar fasilitas umum itu dapat difungsikan kembali segera. Opsi-opsi sementara kemungkinan mencakup pengaturan akses alternatif dan pemasangan rambu peringatan di titik berbahaya.
Dampak sosial-ekonomi dan tindak lanjut
Kerusakan jembatan tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga aktivitas ekonomi petani dan distribusi hasil panen. Percepatan penanganan menjadi prioritas untuk mencegah gangguan lebih luas pada mata pencaharian warga.
Pemantauan lanjutan dan laporan hasil kajian teknis akan menjadi dasar penentuan sumber pendanaan dan jadwal perbaikan. Warga diharapkan mengikuti informasi resmi dari pemerintah kota untuk perkembangan perbaikan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
RMRB Banda Aceh Lantik Pengurus 2026–2027 dan Rayakan Milad ke-42
RMRB Banda Aceh melantik pengurus 2026–2027 dan merayakan Milad ke-42 di Aula Anjong Mon Mata, Sabtu 12 Sept...
Carlos FC Siap Hadapi PS Rambo Bayu di Carlos CUP Lhoknga
Carlos FC Lhoknga targetkan kemenangan atas PS Rambo Bayu di Stadion Mini Carlos, Minggu (13/9), untuk menga...
Polsek Dolok Silau Amankan 13 Remaja dan 3 Kelewang
Polsek Dolok Silau menggagalkan tawuran dinihari di Simpang Tanjung Purba; 13 remaja diamankan dan tiga kele...
Musa Rajekshah Tinjau Pelebaran Jalan Nasional di Sei Rampah
Musa Rajekshah meninjau pelebaran jalan nasional 1,5 km di Sei Rampah; progres 64% dan target selesai Novemb...
PPP Deliserdang Bidik 120 Ribu Suara, Ajak Kader Masuk Politik
Ketua DPC PPP Deliserdang ajak kader terjun ke politik; partai bidik 120 ribu suara dan 6–7 kursi di DPRD je...
Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur, 4 Damkar Dikerahkan
Sumur minyak ilegal di Lhok Leumak, Aceh Timur, terbakar Minggu siang; empat unit damkar dikerahkan, penyeba...