Jalan Petani di Baroh Kuta Batee Rusak, Warga Perbaiki Swadaya
Baroh Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara — Warga setempat meminta perhatian pemerintah setelah jalan akses petani rusak parah, Minggu (24/5). Jalur menuju sentra pertanian dan perkebunan itu terpaksa diperbaiki secara swadaya karena belum ada perbaikan resmi.
Kondisi jalan dan penyebab kerusakan
Jalan yang melintasi Dusun Tanah Mirah dan Dusun Cot Mancang sulit dilintasi. Kerusakan disebabkan sering dilintasi kendaraan berat, termasuk truk pengangkut tinja yang dibuang ke area perkebunan kelapa sawit.
Selain itu, kendaraan roda empat jenis pickup kerap melintas mengangkut hasil pertanian seperti padi dan sawit. Akibatnya, banyak lubang dan jalan menjadi berlumpur pada musim hujan, serta berdebu saat musim kemarau.
Upaya warga menanggulangi
Kerusakan jalan sudah berlangsung lama, namun belum ada perhatian dari pihak terkait. Seorang warga, Iqbal, menjelaskan kondisi jalan kerap menghambat aktivitas petani di sekitar lahan persawahan dan kebun sawit.
Salah seorang warga lainnya, Darwis, beberapa kali menimbun ruas jalan menggunakan dana pribadi dan material batu. Warga kemudian meratakan batu itu secara bergotong royong agar jalan bisa terlewati.
"Ia membeli batu, lalu kami meratakannya secara gotong royong," jelasnya.
Meskipun material telah ditimbun, perbaikan yang dilakukan warga belum dipadatkan sehingga kondisi jalan masih sulit dilintasi oleh kendaraan berat.
Harapan dan implikasi
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen agar akses pertanian lebih aman dan efisien. Perbaikan jalan dinilai penting untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan mencegah kerusakan kendaraan petani.
Jika tidak ditangani, kondisi jalan yang terus memburuk dapat menimbulkan biaya tambahan bagi petani dan menghambat produktivitas. Pemerintah daerah diharapkan turun tangan untuk memperbaiki infrastruktur akses pertanian di Baroh Kuta Batee.
Berita Terkait
Pembukaan Lahan Sawit PT Raja Marga di Simeulue Belum Jelas
Dugaan pembukaan lahan sawit tanpa izin PT Raja Marga di Simeulue hampir dua tahun belum mendapatkan kepasti...
Lazismu Kota Langsa Kumpulkan 10 Lembu dan 5 Kambing untuk Qurban 2026
Lazismu Kota Langsa mengumpulkan 10 lembu dan 5 kambing untuk qurban 2026; kegiatan diisi silaturahim, kajia...
Pemkab Palas Bangun Kembali Jembatan Rambin Sabarimba Rp2,5 M
Pemkab Padanglawas akan membangun Jembatan Rambin Sabarimba tahun ini dengan anggaran Rp2,5 miliar untuk mem...
KONI Kota Langsa 2025-2029 Dilantik, Targetkan Kebangkitan Olahraga
Pengurus KONI Kota Langsa 2025–2029 resmi dilantik pada 23 Mei 2025; kepengurusan baru siap fokus pada pembi...
AMPI Binjai Gelar Rapat Pleno Bahas Revitalisasi dan Dukungan Kepemimpinan
DPD AMPI Binjai menggelar Rapat Pleno I (24/5) untuk revitalisasi pengurus, percepat Musyawarah Kecamatan, p...
GSJ Sosialisasi Pencegahan Narkoba dan Peran Panti Rehab di Padanglawas
Yayasan GSJ menggelar sosialisasi pencegahan narkoba di Desa Pinarik, Padanglawas, sambil menjelaskan progra...