INVIROTECH 2026 Dorong Investasi Hijau dan Teknologi Iklim
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar INVIROTECH 2026 pada 11-13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Acara ini bertujuan mempercepat adopsi teknologi lingkungan dan mendorong investasi hijau di tengah ancaman krisis iklim.
Agenda dan lokasi
INVIROTECH 2026 berlangsung selama tiga hari di JICC, Jakarta. Kegiatan mencakup pameran teknologi, konferensi internasional, forum kebijakan, workshop, dan simulasi perdagangan karbon. Penyelenggaraan ini juga menjadi rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Fokus acara dan target partisipan
Menurut Deputi Pengendalian Pencemaran KLH, Rasio Ridho Sani, acara ini membuka ruang pertemuan bagi pelaku usaha, investor, akademisi, pemerintahan, dan komunitas. Tujuannya mencari solusi untuk persoalan kualitas udara, air, tanah, serta perlindungan kawasan pesisir dan laut.
"Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan tidak dapat lagi dilakukan dengan pendekatan yang biasa-biasa saja. Kita membutuhkan lompatan melalui teknologi, inovasi, data, kolaborasi, serta perubahan perilaku,"
Rasio menyampaikan kutipan tersebut di kantor KLH, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Ia menekankan pentingnya sinergi multipihak untuk mempercepat transformasi menuju pengelolaan lingkungan yang lebih efektif.
Acara pembukaan dan penghargaan
Pada pembukaan 11 Juni, KLH akan menyerahkan Penghargaan Kalpataru 2026 kepada 16 pejuang lingkungan dari berbagai daerah. Selain itu, penghargaan Lifetime Achievement Award diberikan kepada tokoh lingkungan hidup nasional, Prof. Emil Salim.
Rangkaian kegiatan dan ruang bagi generasi muda
Selama pameran dan konferensi, panitia menyediakan ruang diskusi dan demonstrasi teknologi bersih. Bentuk kegiatan yang disiapkan antara lain:
- Pameran teknologi lingkungan dan inovasi terapan
- Forum kebijakan untuk pembuat keputusan
- Konferensi internasional dengan pemangku kepentingan global
- Workshop praktis dan simulasi perdagangan karbon
"Kami juga memberi ruang khusus bagi generasi muda melalui forum dialog yang melibatkan Generasi Z dan Generasi Alpha. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat keterlibatan anak muda dalam penyusunan agenda aksi iklim dan transisi menuju ekonomi rendah karbon,"
Rasio berharap keterlibatan kaum muda dapat mempercepat penerapan teknologi bersih dan memperluas investasi berkelanjutan.
Dampak yang diharapkan
Penyelenggaraan INVIROTECH diharapkan mendorong adopsi solusi hijau dan membuka peluang investasi yang mendukung pembangunan ekonomi tangguh terhadap perubahan iklim. Pertemuan lintas sektor ini juga ditargetkan menjadi ajang transfer teknologi dan penyusunan kebijakan berbasis bukti.
Dengan menghadirkan pelaku usaha, investor, akademisi, serta komunitas, KLH menempatkan INVIROTECH 2026 sebagai wadah aksi kolaboratif untuk percepatan transisi lingkungan hidup di Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...