Ghost in the Cell Pamit dari Bioskop, Raup 3,4 Juta Penonton
Ghost in the Cell resmi pamit dari layar bioskop Indonesia setelah tayang selama 55 hari dan mencatatkan total penonton 3.376.865. Pengumuman penarikan tayang disampaikan Sutradara Joko Anwar pada Rabu, 10 Juni 2026, usai film diputar di seluruh bioskop nasional sejak 16 April 2026.
Perolehan penonton dan durasi tayang
Film produksi Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films ini menutup periode tayangnya di dalam negeri dengan angka yang kuat. Angka 3.376.865 penonton menegaskan posisi film sebagai salah satu rilis besar musim ini.
Kata sutradara
Sutradara Joko Anwar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada penonton, pemeran, dan kru atas perjalanan film selama hampir dua bulan di bioskop. Ia menilai pengalaman bekerja dalam proyek ini penting bagi perkembangan karir semua pihak.
Setelah 55 hari tayang di bioskop Indonesia, kami dari seluruh kru dan cast Ghost in the Cell pamit dari bioskop ya teman-teman. Terima kasih sudah jadi bagian dari keluarga besar Ghost in the Cell.
Ini adalah film dan experience kita bersama, semua yang kita lalui tidak pernah hilang dari ingatan kami. Perjalanan ini adalah salah satu highlight dari karir kami berkarya dan ini semua karena kalian.
Penjualan internasional
Selain sukses dalam negeri, Joko menyebutkan film ini juga meraih pasar internasional. Menurutnya, hak distribusi film telah dibeli oleh 148 negara, meningkat dari angka awal 86 negara.
Ghost in the Cell, world salesnya bertambah, dari 86 sekarang jadi 148 negara. Ini sudah hampir seluruh dunia, mudah-mudahan yang nonton di luar sana pada suka dan mereka jadi nyari lebih banyak film Indonesia.
Pemain dan rumah produksi
Film ini menampilkan deretan pemeran ternama Indonesia, antara lain:
- Abimana Aryasatya
- Aming
- Lukman Sardi
- Rio Dewanto
- Tora Sudiro
- Morgan Oey
- Endy Arfian
Penayangan nasional dimulai pada 16 April 2026 dan menjadi proyek besar dari Come and See Pictures bersama RAPI Films.
Dampak dan prospek
Dengan capaian penonton dalam negeri dan perluasan penjualan internasional, film ini berpotensi membuka lebih banyak peluang untuk sinema Indonesia di pasar global. Joko berharap kesuksesan Ghost in the Cell mendorong penonton asing mencari lebih banyak karya Indonesia.
Penutupan tayang ini sekaligus menandai berakhirnya satu fase promosi dan distribusi. Ke depan, perhatian akan beralih ke rilis internasional dan respons penonton di negara-negara baru yang telah membeli film ini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...
Menbud Fadli Dorong Film Kepahlawanan Isi Bioskop Indonesia
Menbud Fadli Zon mendorong produksi film kepahlawanan agar mengisi bioskop, memperkuat identitas bangsa, dan...