Dewanti: Investasi di Malang Raya Jangan Korbankan Lingkungan
Surabaya — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mengingatkan pemerintah pada Minggu (4/10/2026) agar geliat investasi dan proyek strategis di kawasan Malang Raya tidak mengorbankan lingkungan. Ia menekankan investasi harus sejalan dengan kesiapan infrastruktur, konektivitas, dan pengendalian tata ruang untuk melindungi kawasan lindung.
Catatan terhadap proyek besar
Dewanti memberikan catatan kritis terhadap sejumlah proyek besar, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dan proyek infrastruktur pendukung. Menurutnya, proyek ini perlu dikawal ketat agar sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan dan tidak menggerus fungsi lahan lindung.
"Selama ini regulasi tata ruang sering kali kalah oleh kepentingan investasi jangka pendek. Ini yang harus kita ubah bersama. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus duduk bersama memastikan perlindungan lingkungan berjalan seiring dengan masuknya investasi,"
Sinkronisasi tata ruang dan perlindungan lingkungan
Dewanti mendesak pemerintah memperkuat sinkronisasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Malang Raya. Pengendalian alih fungsi lahan yang memiliki fungsi perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas agar daya dukung ekosistem tetap terjaga.
- Perkuat harmonisasi RDTR antar daerah;
- Perketat izin untuk kawasan lindung;
- Pantau implementasi amdal dan mitigasi lingkungan.
Pentingnya infrastruktur pendukung
Selain aspek lingkungan, Dewanti menilai investasi tidak akan optimal tanpa infrastruktur memadai. Ia menyebut peningkatan kualitas jalan, jalur penghubung strategis, dan pembangunan jalan tol sebagai kunci untuk memperlancar distribusi logistik dan mendongkrak pariwisata.
"Masifnya investasi di sektor pariwisata maupun industri harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur yang matang. Pembangunan jalur transportasi dan akses penunjang bukan sekadar mengejar serapan anggaran, melainkan instrumen utama untuk mendatangkan investor baru sekaligus memperkuat sektor UMKM lokal,"
Manfaat bagi masyarakat dan UMKM
Dewanti mengingatkan bahwa investasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Ia menolak proyek yang hanya menghasilkan angka penanaman modal tanpa berdampak pada kesejahteraan lokal.
"Investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Jangan sampai pertumbuhan investasi hanya terlihat dari angka penanaman modal, tetapi UMKM dan warga lokal tidak ikut menikmati manfaatnya,"
Menurutnya, keterlibatan UMKM, tenaga kerja lokal, dan pelaku ekonomi setempat harus menjadi bagian dari ekosistem investasi di Malang Raya.
Penutup: integrasi perencanaan sebagai kunci
Dewanti menegaskan pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi harus dirancang terintegrasi dengan tata ruang serta kesiapan masyarakat. Dengan pendekatan itu, investasi diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Magetan Dorong 'Satu Data Kebakaran' untuk Konsolidasi Data
Magetan mendorong pembentukan "Satu Data Kebakaran" untuk menyatukan angka dan menguatkan pencegahan setelah...
Kekeringan Kediri: 500 Warga Desa Surat Kekurangan Air
Sekitar 500 warga Desa Surat, Kediri, kesulitan air bersih; Pemkab kerahkan tandon dan dropping total 15.000...
Puan Atur Pertemuan Prabowo-Megawati Bersama PDIP-Gerindra
Puan Maharani mengatakan akan mengatur pertemuan Prabowo dan Megawati bersama jajaran PDIP dan Gerindra dala...
PMI Banyuwangi Gelar Digital Mission Race UKS/PMR 2026
PMI Banyuwangi menggelar Digital Mission Race UKS/PMR 2026 di halaman Kantor Bupati pada 27 Sept; 58 tim PMR...
Pemprov Jatim Diminta Perkuat Pelindungan Data untuk Redam Pinjol Ilegal
DPRD Jatim mendesak Pemprov memperkuat pelindungan data pribadi untuk menekan penyalahgunaan identitas dalam...
Dua Batu Yoni Hilang di Jember, DPRD: "Jember Darurat Cagar Budaya"
Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Jember; DPRD sebut 'Jember darurat cagar budaya' dan laporan dibua...