Politik

Ngawi: 20.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke Dua Desa

Bagikan:
Truk tangki menyalurkan bantuan air bersih di Desa Suruh dan Kenongorejo, Ngawi

Ngawi — Anggota DPRD Kabupaten Ngawi dari Fraksi PDI Perjuangan, Sunarijati, bersama Banser Ngawi menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kecamatan Bringin. Bantuan dikirim pada Sabtu petang, 3 Oktober 2026, untuk membantu kebutuhan harian masyarakat di Desa Suruh dan Desa Kenongorejo.

Distribusi bantuan dan volume

Pada pengiriman tersebut dikirim dua truk tangki. Masing-masing truk membawa 10.000 liter air bersih, sehingga total yang disalurkan mencapai 20.000 liter. Air dibagikan langsung ke titik-titik penampungan milik warga.

"Total dua puluh ribu liter air bersih yang disalurkan untuk masyarakat di dua desa yang mengalami kekeringan," kata Sunarijati saat dikonfirmasi pada Senin, 5 Oktober 2026.

Kebutuhan warga dan pemanfaatan

Warga setempat mengaku ketersediaan air semakin terbatas selama musim kemarau panjang. Kiriman air sekali datang umumnya dapat mencukupi kebutuhan keluarga selama sekitar tiga hari. Warga menggunakan air itu untuk mandi, mencuci, dan memasak.

Penyaluran diarahkan ke penampungan bersama agar distribusi lebih merata. Langkah ini dimaksudkan sebagai solusi darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar sampai pasokan lokal pulih.

Solusi jangka pendek dan saran jangka panjang

Sunarijati menyatakan bantuan tangki merupakan langkah sementara. Ia menekankan perlunya upaya berkelanjutan untuk mencegah kekeringan kambuhan setiap tahun.

"Bantuan air bersih sebagai solusi jangka pendek. Perlu juga penanganan jangka menengah dan panjang, agar kekeringan tidak terus terjadi setiap tahun," ujarnya.

Ia menyarankan beberapa langkah jangka panjang, termasuk reboisasi dan penghijauan kawasan resapan air. Menurutnya, penanaman pohon konservasi di area hulu dan sekitar mata air penting untuk menjaga debit air tanah.

"Reboisasi, penghijauan kawasan resapan, dengan menanam pohon konservasi air di area hulu dan sekitar mata air untuk menjaga debit air tanah," tambahnya.

Dengan kombinasi bantuan darurat dan program pemulihan lingkungan, diharapkan ketersediaan air di desa-desa terdampak bisa lebih terjaga dan mengurangi ketergantungan pada pasokan darurat saat musim kemarau berikutnya.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait