Tangsel Dorong Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan lewat SISGITA
46 kepala daerah menandatangani nota kesepahaman replikasi sistem integrasi data pertanahan dan perpajakan, Senin, 21 September 2026, di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Kegiatan bertujuan memutakhirkan data objek pajak dan meningkatkan penerimaan pajak bumi dan bangunan melalui replikasi SISGITA.
Replikasi SISGITA dan cara kerja
SISGITA adalah sistem inisiatif Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang menggabungkan data pertanahan dengan data objek pajak. Pemerintah kota menyerahkan perangkat penyimpanan berisi kerangka sistem ke pemerintah daerah peserta untuk diisi secara lokal.
Daerah penerima cukup memasukkan data objek pajak dari Badan Pendapatan Daerah dan Nomor Induk Bidang dari kantor pertanahan. Dengan demikian, setiap perubahan kondisi bidang tanah dapat langsung tercatat dalam basis data terpadu.
Manfaat nyata bagi penerimaan daerah
Penerapan sistem ini dimaksudkan untuk memperbaiki akurasi data sehingga penerimaan pajak daerah meningkat. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mencontohkan kasus konkret.
"Berguna untuk banyak hal, baik bagi warga maupun pemerintah daerah. Tentunya untuk memutakhirkan objek pajak sehingga pendapatan pajak juga bisa meningkat," kata Benyamin.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya beberapa bidang tanah tercatat hanya sebagai tanah. Setelah integrasi data, terungkap adanya bangunan sehingga status objek pajak berubah dan kontribusi pajak bertambah.
"Tanah saya di SPPT sebelumnya masih tercatat sebagai tanah saja. Sekarang sudah ada bangunan sehingga ada peningkatan pendapatan daerah," ujarnya.
Peserta dan dukungan lembaga
Acara dihadiri langsung oleh 46 kepala daerah. Selain itu, hadir pula wakil kepala daerah, sekretaris daerah, asisten daerah, dan perwakilan organisasi perangkat daerah dari beberapa wilayah.
- 46 kepala daerah hadir langsung
- 2 wakil kepala daerah
- 2 sekretaris daerah
- 3 asisten daerah dan perwakilan OPD dari empat wilayah
Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemberantasan Korupsi, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional juga mengikuti kegiatan tersebut untuk memberi dukungan koordinasi lintas lembaga.
Tantangan dan prospek pengembangan
Menurut pihak penyelenggara, replikasi sistem kini menjangkau sekitar 58 pemerintah daerah dari lebih 500 daerah di Indonesia. Skala masih perlu diperluas agar manfaat integrasi data dapat dirasakan lebih luas.
Staf Khusus Menteri ATR/BPN Dedi Noor Cahyanto mengatakan kementeriannya menghadapi sejumlah tantangan di ekosistem pertanahan dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.
"Saya tidak akan mengeluh mengenai remunerasi. Namun, ini merupakan fakta bahwa terdapat langkah terjal yang harus dilewati Kementerian ATR/BPN," ujar Dedi.
Ke depan, penguatan kerja sama antar pemerintah daerah, kantor pertanahan, dan aparat penegak diharapkan mempercepat pemutakhiran data serta meningkatkan kepatuhan dan penerimaan pajak daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
4 Peringatan pada 22 September: Lalu Lintas, Suar, Mobil Bebas, dan Badak
22 September diperingati sebagai Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Hari Menara Suar Nasional, World Car Free Day...
BGN: Laporkan jika Ada Pelanggaran Aliran Dana MBG
BGN tegas hentikan operasional dapur MBG yang melanggar; Sudaryono minta laporan jika ada indikasi aliran da...
BMKG Waspadai 13 Wilayah dengan Potensi Hujan pada 23 Sep 2026
BMKG peringatkan 13 wilayah berstatus Waspada pada 23 Sep 2026, potensi hujan sedang hingga lebat dan risiko...
Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Kepulauan Sangihe, Sulut
Gempa magnitudo 5.0 mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulut, 22 Sep 2026 pukul 06.48 WIB; BMKG: kedalaman 13 km...
Kemenag dan Save the Children Perkuat Hak Anak di Madrasah
Kemenag dan Save the Children menandatangani MoU pada 21 Sept 2026 untuk memperkuat hak anak di madrasah dan...
KAI Luncurkan The Nusantara Explorer Berbalut Kemewahan Budaya
KAI perkenalkan The Nusantara Explorer, kereta wisata berornamen budaya dengan 95% material lokal dan penger...