Kasus Influenza A di Jakarta Naik, Usia 25–45 Tahun Paling Terdampak
Dinas Kesehatan DKI Jakartainfluenza A sepanjang beberapa bulan terakhir, dengan kelompok usia produktif 25–45 tahun sebagai yang paling banyak terpapar. Data surveilans menunjukkan lonjakan kasus pada Juli hingga September 2026, dan otoritas kesehatan masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan subtipe virus yang beredar.
Data kasus terbaru
Surveilans Dinas Kesehatan mencatat kenaikan kasus dari bulan ke bulan. Angka ini juga selaras dengan tren nasional dan beberapa wilayah di Asia-Pasifik.
| Bulan | Jumlah kasus |
|---|---|
| Juli 2026 | 1.069 |
| Agustus 2026 | 1.789 |
| Hingga 20 September 2026 | 1.763 |
Kelompok usia paling banyak terpapar
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, kelompok usia produktif menjadi kelompok yang paling banyak terdampak. Mobilitas tinggi disebut sebagai faktor utama peningkatan paparan.
"Kalau yang menderita lebih banyak usia produktif. Karena mobilisasinya tinggi, jadi lebih mudah terpapar,"
Faktor risiko dan imbauan
Selain mobilitas, beberapa faktor lingkungan dan perilaku meningkatkan risiko penularan. Dinkes meminta masyarakat khususnya kelompok rentan tetap waspada.
- Polusi udara yang memperlemah saluran pernapasan
- Kebiasaan merokok
- Ruang tertutup dengan ventilasi buruk
- Kelompok rentan: anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis
"Angka influenza di DKI Jakarta mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau tahun 2025. Data ini sejalan dengan peningkatan kasus di Indonesia, Asia, maupun di wilayah Pasifik,"
Dinkes mengimbau agar gejala influenza tidak diabaikan. Sebagian besar kasus akan sembuh sendiri, tetapi kelompok rentan berisiko mengalami komplikasi yang lebih berat.
Status keparahan dan pemeriksaan laboratorium
Sampai saat ini belum ditemukan kasus yang berkembang menjadi kondisi berat atau menyebabkan kematian di Jakarta. Namun, otoritas kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan subtipe influenza A yang beredar.
"Influenza tipe A punya kelas-kelas tersendiri. Salah satunya yaitu superflu. Saat ini kami sedang menunggu hasil dari laboratorium,"
Dengan meningkatnya kasus pada usia produktif, otoritas merekomendasikan peningkatan kebersihan pernapasan, penggunaan masker di ruang tertutup saat gejala muncul, dan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan bagi kelompok rentan. Pemantauan lanjutan dan hasil laboratorium akan menentukan langkah pengendalian selanjutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Indonesia Raih 9 Medali di WorldSkills Shanghai 2026
Indonesia meraih sembilan medali di WorldSkills Shanghai 2026: 1 perak, 2 perunggu, dan 6 Medal of Excellenc...
Presiden Instruksikan Transformasi Layanan Publik Digital
Presiden Prabowo perintahkan percepat transformasi layanan publik digital agar lebih cepat, pasti, dan mudah...
Mengapa Indonesia Sering Gempa? Penjelasan Peneliti BRIN
BRIN: Indonesia sering gempa karena pertemuan tiga lempeng tektonik; BMKG catat magnitudo 4,8 di Mbay, NTT p...
BAPPISUS Tindaklanjuti Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong
BAPPISUS akan menindaklanjuti temuan Ombudsman di Lapas Cibinong dan berkoordinasi untuk melengkapi data; ha...
DPR Bahas RUU Pemilu dengan Parpol Non-Parlemen Pekan Ini
DPR akan bertemu partai non-parlemen pada 2 Oktober 2026 untuk membahas RUU Pemilu, terutama soal ambang bat...
APBN 2027: Pendidikan Rp824 T dan Bansos Rp539,7 T Jadi Prioritas
Pemerintah mengalokasikan Rp824 triliun untuk pendidikan dan Rp539,7 triliun untuk perlindungan sosial dalam...