Olahraga

Indonesia Terhenti di Perempat Final Kejuaraan Asia Junior 2026

Bagikan:
Tim junior bulu tangkis Indonesia bertanding melawan Thailand di Kejuaraan Asia Junior 2026

Tim junior bulu tangkis Indonesia tersingkir di babak perempat final Kejuaraan Asia Junior 2026 nomor beregu setelah kalah dari unggulan pertama Thailand 0-2 dengan skor set 48-55 dan 49-55. Pertandingan berlangsung di Yatsushiro City General Gymnasium, Senin, 29 Juni 2026.

Kronologi pertandingan

Indonesia sempat membuka harapan melalui ganda putra Faizal Pangestu/Anju Siahaan yang memimpin 11-7 pada match pertama set pertama. Namun setelah itu Thailand tampil konsisten dan mampu menutup laga dengan keunggulan.

Skor akhir tiap partai tercatat sebagai berikut:

Rubrik Pertandingan Skor
MD Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Kitipat Karnnithiwat/Kunlapat Lhothong 11-7
WS Mayla Cahya Afilian Pratiwi vs Yataweemin Ketklieng 18-22
XD Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani vs Kitipat Karnnithiwat/Sunisa Lekjura 29-33
WD Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Phattharin Aiamvareesrisakul/Sarisa Janpeng 37-44
MS Radithya Bayu Wardhana vs Punnatat Prempunpong 48-55

Rubrik Pertandingan Skor
MD Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Kitipat Karnnithiwat/Kunlapat Lhothong 4-11
WS Jolin Angelia vs Anyapat Phichitpreechasak 19-22
XD Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani vs Kitipat Karnnithiwat/Sunisa Lekjura 30-33
WD Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Phattharin Aiamvareesrisakul/Sarisa Janpeng 39-44
MS Radithya Bayu Wardhana vs Punnatat Prempunpong 49-55

Evaluasi tim dan pernyataan pelatih

Manajer tim, Eskar Denatara, mengakui hasil ini bukan yang diharapkan. Ia menyoroti kehilangan poin pada nomor andalan yang memberi tekanan pada pemain berikutnya.

Memang kita tahu hasil tidak seperti yang kita harapkan. Kalau dilihat tadi terutama di set kedua bagaimana sebetulnya nomor yang memang menjadi andalan untuk meraih poin ternyata lepas sehingga memberikan tambahan pressure bagi pemain selanjutnya.

Eskar menegaskan fokus kini beralih ke nomor perorangan yang dimulai pekan depan. Ia menyoroti kebutuhan peningkatan jam terbang di turnamen internasional serta penguatan fisik, teknis, taktik, dan mental pemain.

Saya kira banyak catatan pastinya namun yang paling utama adalah masih ada seminggu ke depan di nomor perorangan. Jadi kita akan coba maintain lagi baik dari sisi fisik, teknis, taktik dan terutama adalah mental biar mereka siap untuk tampil lagi. Performa belum yang terbaik tapi mereka sudah mencoba yang terbaik. Saya tetap apresiasi usaha anak-anak.

Reaksi kapten dan langkah selanjutnya

Kapten tim, Muhammad Rizky Mubarrok, menyatakan kebanggaan atas kerja keras rekan setim meski hasil kurang memuaskan. Ia mengajak seluruh tim untuk tidak menyerah dan fokus pada nomor perorangan yang akan digelar Rabu, 1 Juli 2026.

Hasilnya memang kurang memuaskan tapi saya bangga dan bersyukur melihat teman-teman saya berjuang mati-matian sampai akhir. Saya senang bisa berada di tim ini sebagai kapten. Dan atas nama tim, saya mengucapkan maaf kepada semua pendukung karena belum bisa melaju ke babak selanjutnya. Perjuangan belum selesai, mari kembali fokus untuk nomor perorangan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh putus asa. Kita semua masih ada peluang untuk membawa pulang medali untuk Indonesia.

Dari sisi kompetisi, Thailand melaju ke semifinal dan akan menghadapi Hong Kong. Di sektor lain, Jepang akan bertemu China pada babak semifinal sore ini. Indonesia kini menaruh harap pada nomor perorangan untuk mengejar prestasi lebih lanjut di turnamen ini.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait