India Dukung Restorasi Candi Prambanan, Komitmen Sejak 1,5 Tahun
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan India, lewat pernyataan Perdana Menteri Narendra Modi, telah berkomitmen mendukung restorasi Candi Prambanan sejak 1,5 tahun lalu. Pernyataan itu disampaikan saat Fadli berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. Kini kedua negara sedang merancang kajian teknis sebagai dasar pelaksanaan kerja sama.
Ruang lingkup kerja sama
Fadli menyebut dukungan India akan difokuskan pada revitalisasi Candi Perwara di kawasan Prambanan. Mayoritas candi pendamping tersebut belum dipugar secara menyeluruh sehingga mendapat prioritas.
"Memang ini sudah disampaikan oleh Perdana Menteri Modi sejak satu setengah tahun yang lalu. Besok (hari ini) beliau akan melihat langsung ke Candi Prambanan,"
Menurut Fadli, India memiliki pengalaman panjang dalam konservasi warisan budaya bercorak Hindu, sehingga dukungan ini relevan untuk percepatan pemugaran.
Status teknis dan pendanaan
Meski ada komitmen politik, belum ada angka investasi atau skema pendanaan yang disepakati. Indonesia dan India masih merumuskan kajian teknis yang mencakup kebutuhan pemugaran dan ketersediaan material asli seperti batu dan ukiran.
"Dari dua ratusan itu, baru enam yang kita revitalisasi. Kalau tiga candi besarnya sudah, sudah semua,"
Fadli menegaskan pertemuan tim teknis kedua negara telah dimulai. Pertemuan lanjutan direncanakan dalam waktu dekat untuk mematangkan aspek pelaksanaan.
Aspek teknis kajian
Kajian teknis yang disusun akan meliputi beberapa poin kunci, antara lain:
- Inventarisasi kerusakan dan prioritas perbaikan;
- Identifikasi material asli seperti batu dan motif ukiran;
- Skema kontribusi tenaga ahli dan sumber daya dari masing-masing negara;
- Jadwal kerja dan mekanisme pengawasan pelaksanaan restorasi.
Tujuan kajian ini adalah memastikan restorasi berjalan sesuai prinsip konservasi dan mempertahankan nilai historis Prambanan.
Revitalisasi cagar budaya lain
Selain Prambanan, pemerintah melanjutkan program revitalisasi cagar budaya lain. Beberapa situs yang menjadi prioritas antara lain:
- Candi Plaosan
- Candi Sewu
- Candi Mendut
Langkah ini bagian dari upaya lebih luas untuk melestarikan warisan budaya nasional dan meningkatkan nilai pariwisata berbasis sejarah.
Langkah ke depan
Rencana kunjungan kedua kepala negara ke Candi Prambanan pada Rabu, 8 Juli 2026, menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kerja sama. Jika kajian teknis selesai dan disepakati, proses revitalisasi diperkirakan bisa dipercepat sesuai kemampuan dan kontribusi kedua pihak.
Dengan pengalaman India dalam konservasi situs Hindu, kerja sama ini berpeluang mempercepat pemulihan candi-candi pendamping Prambanan tanpa mengorbankan nilai sejarah dan estetika situs.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
HKAN 2026: Ambulans Satwa Perkuat Penanganan Gajah di Indonesia
HKAN 2026 hadirkan lima ambulans satwa dan vaksin EEHV untuk memperkuat respons darurat dan perlindungan gaj...
Irigasi 2,4 Km Perkuat Pasokan Air Petani di Cirebon
Kementan membangun irigasi perpipaan 2,4 km di Desa Susukan, Cirebon, untuk menjamin pasokan air dan menjaga...
BNPB: Jangan Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
BNPB minta negara tetangga tak saling menyalahkan soal asap karhutla dan dorong kerja sama untuk pengendalia...
DPR Minta Dana Rekonstruksi Faskes di Manggarai Pasca Gempa
Komisi IX DPR minta alokasi anggaran rekonstruksi faskes di Manggarai pascagempa 21 Agustus 2026; 384 fasili...
Anak Muda Bandung Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan
35 pemuda Bandung ikuti pelatihan penyelamatan pangan bersama Hareudang Bandung untuk kurangi pemborosan dan...
KLH Minta Swasta Bangun Sekat Kanal Atasi Karhutla Gambut Kalbar
KLH minta perusahaan swasta bangun sekat kanal di konsesi untuk atasi kebakaran lahan gambut Kalbar dan memp...