Lokal

Inalum Kumpulkan 119 Inovasi di TIS 2026 untuk Efisiensi Produksi

Bagikan:
Peserta TIS 2026 mempresentasikan inovasi di Kuala Tanjung, Sumatera Utara

Kuala Tanjung — PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengumpulkan 119 karya inovasi dari 273 inovator pada Transformation & Improvement Summit (TIS) 2026, Selasa 3 November 2026. Ajang ini digelar untuk meningkatkan efisiensi proses peleburan, memperkuat digitalisasi, dan mengoptimalkan operasional perusahaan.

Fokus teknis langsung ke proses produksi

Beberapa inovasi yang menonjol berfokus pada optimalisasi parameter bath dalam proses peleburan aluminium. Tujuannya untuk memperbaiki kendali proses dan stabilitas produksi.

Satu lagi solusi teknis mengarah pada penyesuaian sudut eccentric counterweight untuk mengatasi keretakan anoda. Perbaikan komponen ini penting karena anoda berperan langsung dalam kualitas dan kontinuitas produksi.

Teknologi digital dan solusi non-produksi

Selain perbaikan teknis, inovator juga mengusulkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk pemodelan keuangan perusahaan. Ide lain meliputi gagasan di bidang energi dan keberlanjutan yang bertujuan menurunkan biaya serta jejak lingkungan.

Kombinasi perbaikan proses dan penguatan proses bisnis menunjukkan pendekatan menyeluruh terhadap efisiensi.

Perluasan kategori dan partisipasi

TIS 2026 mengusung tema "Innovate to Elevate: Harnessing Technology in Continuous Improvement". Panitia memperluas kategori kompetisi dari dua menjadi empat kategori: Teknis Implementasi, Teknis Konseptual, Nonteknis, serta HSE & ESG.

Dari total 119 karya, rincian kategori adalah sebagai berikut:

  • 39 karya Teknis Implementasi
  • 40 karya Teknis Konseptual
  • 13 karya Nonteknis
  • 27 karya HSE & ESG

Perluasan kategori membuka peluang lebih besar bagi karyawan lintas fungsi. Kegiatan ini juga melibatkan anak perusahaan, termasuk PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA).

Salah satu rangkaian, TIS Goes to Borneo, menyelenggarakan proses penjurian di Mempawah, Kalimantan Barat. Setelah seleksi, 12 karya dipamerkan dalam poster dan delapan karya lolos ke Grand Final di Kuala Tanjung.

Sejarah singkat dan tujuan jangka panjang

Sejak pertama digelar pada 2004, TIS menunjukkan tren peningkatan partisipasi. Pada penyelenggaraan awal tercatat 6 karya dari 9 inovator. Data 2026 menjadi catatan tertinggi sejak program berjalan.

Sebagai bagian dari holding BUMN MIND ID, Inalum menegaskan bahwa inovasi harus bersifat aplikatif dan berkelanjutan. Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menekankan pentingnya manfaat nyata dari setiap karya.

"Keberhasilan inovasi yang sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, tetapi ketika karya tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen,"

Inalum mendorong budaya perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing industri aluminium nasional. Implementasi terukur dari karya-karya unggulan akan menjadi fokus tindak lanjut perusahaan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait