Ekonomi

IHSG Melemah 1,11% di Jeda Siang, Sentimen Devisa dan APBN

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG melemah pada jeda siang perdagangan 8 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada jeda siang perdagangan Rabu, 8 Juli 2026, tercatat di level 5.920,15 atau turun 66,34 poin (1,11%). Pergerakan terjadi sejak pembukaan dengan volatilitas moderat di tengah aktivitas transaksi yang relatif sepi, sementara pelaku pasar mencermati sentimen domestik dan global.

Pergerakan pasar dan prospek teknikal

IHSG bergerak fluktuatif pada sesi pertama seiring adanya penjualan sebagian portofolio untuk merealisasi keuntungan dan masuknya berita ekonomi. Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat bahwa indeks masih berpeluang bergerak di rentang 5.900–6.000.

"Secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Faktor pendukung: cadangan devisa dan anggaran

Salah satu sentimen positif datang dari kenaikan cadangan devisa Indonesia. Pada Juni 2026, cadangan devisa tercatat naik menjadi 145,6 miliar dolar AS, dibandingkan posisi Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS. Kenaikan ini didorong oleh penerimaan pajak dan jasa yang membantu menutup pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Posisi cadangan devisa yang meningkat dinilai mencerminkan ketahanan sektor eksternal Indonesia. Namun peningkatan ini belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran pasar terkait tekanan fiskal.

Risiko: proyeksi defisit APBN dan aksi ambil untung

Pasar juga diwarnai kekhawatiran atas proyeksi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Pemerintah memproyeksikan defisit mencapai Rp734,3 triliun atau sekitar 2,85% terhadap PDB, lebih tinggi dari target awal Rp689,1 triliun (2,68% terhadap PDB).

Kekhawatiran terhadap defisit yang membesar memicu potensi profit taking oleh investor, sehingga menahan laju kenaikan indeks pada sesi siang.

Rekomendasi saham dan strategi investor

Phintraco merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati oleh pelaku pasar untuk peluang jangka pendek hingga menengah. Rekomendasi tersebut meliputi:

  • HMSP
  • CPIN
  • PGEO
  • SMGR
  • BBNI

Investor disarankan memantau data ekonomi berikutnya dan perkembangan kebijakan fiskal untuk menentukan posisi trading, sekaligus memperhatikan level support-resistance teknikal yang disebutkan analis.

Pandangan pasar untuk sisa perdagangan hari ini akan bergantung pada reaksinya terhadap berita fiskal dan data eksternal, serta aliran modal yang mungkin memperbesar volatilitas indeks.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait