IHSG Melemah 0,52% ke 6.209 pada 28 Sep 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 28 September 2026, berada di level 6.209,74 atau turun 0,52%. Pelemahan terjadi seiring pasar menanti sejumlah data ekonomi domestik dan memantau sentimen geopolitik serta perkembangan di pasar komoditas.
Pembukaan pasar dan data perdagangan
Pada pembukaan hari ini nilai IHSG tercatat turun 32,146 poin dari penutupan sebelumnya. Pada sesi perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup melemah 0,90% ke level 6.241,8.
Pergerakan saham hari ini tercatat sebanyak:
- 156 saham menguat
- 231 saham melemah
- 299 saham stagnan
Nilai transaksi mencapai Rp154,40 miliar dengan volume 580,36 juta saham dan frekuensi 39.771 transaksi. Saham yang paling banyak dijual investor asing pada perdagangan sebelumnya antara lain TLKM, BMRI, BBRI, ASII, dan BBNI.
Sentimen domestik: PMI, neraca perdagangan, dan inflasi
Tim analis pasar modal dari Phintraco Sekuritas menyampaikan bahwa pelaku pasar akan memantau serangkaian data ekonomi domestik. Data yang menjadi fokus pasar meliputi Purchasing Managers' Index (PMI), neraca perdagangan, dan tingkat inflasi yang akan dirilis Badan Pusat Statistik.
"Hari ini Investor akan menantikan data Purchasing Managers' Index (PMI). Pasar juga menantikan data neraca perdagangan dan inflasi yang akan dirilis BPS awal bulan Oktober," kata Tim Phintraco, Senin, 28 September 2026.
Sentimen eksternal dan komoditas
Dari luar negeri, pasar memantau potensi pembukaan kembali Selat Hormuz setelah Iran mengusulkan pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai nota kesepahaman. Selain itu, hubungan dagang AS-Tiongkok mencuri perhatian setelah pihak terkait setuju memperpanjang gencatan senjata perdagangan hingga 10 Januari 2027.
Harga minyak masih tinggi walau terkoreksi; Brent bertahan di atas USD100 per barel. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada pada level sekitar 5,17%, yang turut memengaruhi sentimen arus modal global.
Perubahan aturan BEI
Selain data ekonomi dan sentimen global, pelaku pasar juga mencermati kebijakan Bursa Efek Indonesia. Hari ini BEI resmi menurunkan batas minimum harga saham di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. Aturan ini diharapkan meningkatkan likuiditas dan fleksibilitas perdagangan saham di level harga rendah. Informasi lebih lanjut tersedia di situs BEI.
"IHSG hari ini berpotensi menguji level 6.186 hingga 6.200," ujar Tim Phintraco, menambahkan.
Prospek ke depan
Imbas data domestik yang akan dirilis dan dinamika geopolitik dapat menentukan arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan. Investor disarankan memantau rilis PMI, neraca perdagangan, serta angka inflasi untuk menilai prospek sektor perbankan, konsumer, dan energi.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Buyer Spanyol Tertarik Limbah Jaring Ikan untuk Pelet Nilon 6
Calon buyer Spanyol menjajaki limbah jaring ikan untuk diolah jadi pelet nilon 6; Atase Perdagangan RI Madri...
Harga Emas Antam Turun Rp2.000, Lanjutkan Pelemahan 3 Hari
Harga emas Antam turun Rp2.000 per gram pada 3 Okt 2026, lanjutkan pelemahan tiga hari; harga 1 gram Rp2.574...
Ceria Corp Dapat Piagam di Gotong Royong Bedah Rumah Sultra
Ceria Corp menerima piagam sebagai donatur dalam Program Gotong Royong Bedah Rumah di Kelurahan Mokau pada 3...
Surplus Perdagangan Agustus 2026 Capai USD3,55 Miliar
Neraca perdagangan Agustus 2026 surplus USD3,55 miliar, didorong ekspor USD26,61 miliar dan kinerja nonmigas...
Indeks Kepercayaan Industri September 2026 Tetap Ekspansi 51,93
IKI September 2026 tercatat 51,93, masih ekspansi meski turun; peningkatan pesanan disertai penurunan produk...
HIPMI Usulkan Plafon KUR Naik Jadi Rp2 Miliar
HIPMI usulkan plafon KUR naik dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar untuk pengusaha muda UMKM yang siap naik ke...