IHSG Dibuka Menguat ke 6.207,1, Analis Waspadai Potensi Koreksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada level 6.207,1 pada Rabu, 3 Juni 2026, namun analis menilai pasar berisiko terkoreksi karena arus keluar modal asing dan sentimen geopolitik.
Pembukaan dan kondisi awal pasar
Pada pembukaan sesi, IHSG naik sekitar 11,68 poin (0,19%) dari penutupan perdagangan sebelumnya pada Selasa, 2 Juni 2026. Sehari sebelumnya tercatat 281 saham menguat, 389 saham melemah, dan 147 saham stagnan.
Proyeksi pergerakan dan level teknikal
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG berpotensi terkoreksi meski dibuka di zona hijau. Ia memetakan level support dan resistance untuk perdagangan hari ini.
"IHSG akan bergerak pada rentang 6.000-6.100 untuk level support. Sedangkan untuk level resistansi, IHSG akan bergerak pada rentang 6.200-6.300."
Analisis ini mengindikasikan adanya area tekanan jual yang bisa menghambat lanjutan penguatan pada sesi berikutnya.
Aliran modal asing dan saham yang paling banyak dijual
Meskipun IHSG naik 1,11% ke level 6.195,42 pada penutupan Selasa, pasar masih mencatat net sell asing. Fanny melaporkan aliran keluar modal asing mencapai Rp1,37 triliun.
Saham yang paling banyak dijual investor asing adalah:
- TPIA
- ASII
- MAPI
- BUVA
- BMRI
Sentimen global yang memengaruhi pasar
Faktor geopolitik di Timur Tengah terus menjadi sentimen negatif. Laporan media menyebut pemerintah Iran menghentikan negosiasi dengan AS, dan ada kabar rencana penutupan Selat Hormuz, yang mendorong kenaikan harga minyak.
Di sisi lain, sektor teknologi dan kecerdasan buatan memberi sentimen positif. Bursa AS mencatat rekor baru, yang turut memengaruhi sentimen investor domestik.
"Kenaikan Wall Street terjadi di tengah pergerakan beragam saham teknologi,"
Pergerakan bursa dunia dan komoditas
Di Amerika Serikat, indeks dibuka di zona positif: S&P 500 naik 0,13%, Dow Jones +0,45%, dan Nasdaq +0,03%. Beberapa katalis global termasuk pengumuman rencana penghimpunan dana USD80 miliar oleh induk Google dan lonjakan saham Marvell Technology setelah komentar CEO Nvidia.
Harga minyak Brent bertahan di sekitar USD96 per barel setelah laporan tentang perkembangan di Lebanon dan upaya diplomatik terkait konflik yang melibatkan aktor regional.
Di kawasan Asia, indeks bergerak beragam: Nikkei turun, Kospi naik tipis, Hang Seng dan CSI 300 mencatat kenaikan.
Dengan kombinasi aliran modal asing negatif dan ketidakpastian geopolitik, prospek IHSG dalam beberapa hari ke depan cenderung bergantung pada perkembangan konflik internasional dan sentimen saham teknologi.
Berita Terkait
Neraca Perdagangan April 2026 Surplus, Didukung Sektor Nonmigas
Neraca perdagangan April 2026 surplus USD 0,09 miliar, ditopang surplus nonmigas sementara migas masih defis...
Menkeu Purbaya: Rumor Negatif Tekan Rupiah
Menkeu Purbaya menyebut rumor domestik turut menekan rupiah; stabilisasi tetap menjadi ranah Bank Indonesia.
Rupiah Tembus Rp17.966 per Dolar, Tertekan Konflik AS-Iran
Rupiah melemah 0,71% ke Rp17.966 per dolar pada penutupan 3 Juni 2026, dipicu ketegangan AS-Iran, lonjakan h...
Pertamina Diminta Perkuat Eksplorasi dan Kemitraan Global
Pengamat Benny Lubiantara minta Pertamina perkuat eksplorasi, EOR, dan kemitraan global untuk jaga ketahanan...
Indonesia Perkuat Perdagangan dengan Cili lewat Forum Bisnis
Indonesia perkuat hubungan perdagangan dengan Cili lewat forum bisnis di Santiago; CEPA dan promosi pameran...
IPF Dorong Sinergi Atasi Tekanan di Industri Kemasan Plastik
IPF mendorong kolaborasi dan pengembangan kemasan sirkular untuk meredam tekanan berat pada industri kemasan...