Harga Emas Turun Tiga Bulan, Jadi Peredam Inflasi Mei 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan harga emas perhiasan selama tiga bulan berturut-turut yang membantu menahan laju inflasi pada Mei 2026. Inflasi bulanan pada Mei tercatat sebesar 0,28 persen, terdorong oleh deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,74 persen.
Emas perhiasan penyumbang deflasi
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami tekanan deflasi pada Mei setelah harga beberapa komoditas turun. Tekanan terbesar berasal dari emas perhiasan, yang tercatat deflasi dalam beberapa bulan terakhir.
“Emas perhiasan mengalami deflasi terdalam sebesar 2,67 persen dengan andil deflasi 0,06 persen pada Mei 2026,”
Keterangan itu disampaikan oleh Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, pada Selasa, 2 Juni 2026. Menurut Pudji, penurunan sudah terjadi sejak Maret 2026 dan berlanjut di bulan-bulan berikutnya.
“Komoditas emas perhiasan secara bulanan tercatat deflasi sebesar 1,17 persen pada Maret 2026 dan 3,76 persen pada April 2026,”
Penyebab: harga emas global dan nilai tukar
BPS mencatat penurunan harga emas perhiasan di pasar domestik dipengaruhi oleh melemahnya harga emas di pasar global. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi harga jual di dalam negeri.
Data impor emas April 2026
Meski harga turun, volume dan nilai impor emas tetap signifikan. Pada April 2026 tercatat impor emas sebesar 2,50 ton dengan nilai mencapai USD 377,2 juta. Negara asal impor utama adalah Australia, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab.
| Negara Asal | Volume (ton/kg) | Nilai (USD) |
|---|---|---|
| Australia | 1,3 ton | 199,2 juta |
| Hong Kong | 533 kg | 81,7 juta |
| Uni Emirat Arab | 240 kg | 36,4 juta |
Implikasi dan prospek
Walau mengalami penurunan harga bulanan, level harga emas perhiasan masih tergolong tinggi sehingga tetap berkontribusi pada inflasi tahunan. Penurunan lanjutan bergantung pada dinamika pasar emas global dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Dengan kondisi saat ini, pergerakan harga emas akan terus menjadi faktor yang perlu dipantau oleh pelaku pasar dan pembuat kebijakan untuk mengendalikan inflasi dalam bulan-bulan mendatang.
Berita Terkait
Rupiah Tembus Rp17.966 per Dolar, Tertekan Konflik AS-Iran
Rupiah melemah 0,71% ke Rp17.966 per dolar pada penutupan 3 Juni 2026, dipicu ketegangan AS-Iran, lonjakan h...
Pertamina Diminta Perkuat Eksplorasi dan Kemitraan Global
Pengamat Benny Lubiantara minta Pertamina perkuat eksplorasi, EOR, dan kemitraan global untuk jaga ketahanan...
Indonesia Perkuat Perdagangan dengan Cili lewat Forum Bisnis
Indonesia perkuat hubungan perdagangan dengan Cili lewat forum bisnis di Santiago; CEPA dan promosi pameran...
IPF Dorong Sinergi Atasi Tekanan di Industri Kemasan Plastik
IPF mendorong kolaborasi dan pengembangan kemasan sirkular untuk meredam tekanan berat pada industri kemasan...
Industri Kemasan Plastik Tertekan Pelemahan Rupiah dan Krisis Pasokan
Pelemahan rupiah dan krisis pasokan impor (PE, PP, PET) tekan industri kemasan plastik; pengiriman melambat...
IHSG Anjlok 4,11% ke 5.941, Transaksi Rp25,16 T pada 3 Juni
IHSG turun 4,11% ke 5.941 pada 3 Juni 2026, terdorong pelemahan rupiah, naiknya harga minyak, dan penilaian...