Harga Emas Antam Stagnan Pasca Koreksi, Daftar Harga 3 Juni 2026
Harga emas Antam tercatat tidak bergerak pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, setelah mengalami koreksi tajam sehari sebelumnya. Data resmi dari Logam Mulia menunjukkan stagnasi harga di seluruh ukuran emas batangan pada hari tersebut, seiring dinamika harga emas global dan nilai tukar rupiah.
Ringkasan harga dan kondisi pasar
Pada pembukaan perdagangan Rabu, emas Antam ukuran 1 gram dipatok di Rp2.774.000 per gram, sementara harga buyback berada di level Rp2.584.000 per gram. Pergerakan yang datar ini mengikuti koreksi tajam pada hari sebelumnya dan mencerminkan sentimen pasar yang berhati-hati.
Ukuran kecil seperti 0,5 gram masih tersedia dengan harga lebih terjangkau, sedangkan ukuran besar hingga 1.000 gram diminati investor yang memiliki modal lebih besar.
Daftar harga emas Antam per pecahan (3 Juni 2026)
- Harga emas Antam 0,5 gram: Rp1.437.000
- Harga emas Antam 1 gram: Rp2.774.000
- Harga emas Antam 2 gram: Rp5.488.000
- Harga emas Antam 3 gram: Rp8.207.000
- Harga emas Antam 5 gram: Rp13.645.000
- Harga emas Antam 10 gram: Rp27.235.000
- Harga emas Antam 25 gram: Rp67.962.000
- Harga emas Antam 50 gram: Rp135.845.000
- Harga emas Antam 100 gram: Rp271.612.000
- Harga emas Antam 250 gram: Rp678.765.000
- Harga emas Antam 500 gram: Rp1.357.320.000
- Harga emas Antam 1.000 gram: Rp2.714.600.000
Faktor penggerak dan implikasi
Pergerakan harga emas Antam sejalan dengan fluktuasi harga emas global dan pergerakan nilai tukar rupiah. Emas batangan tetap menjadi instrumen lindung nilai yang banyak dipilih investor saat ketidakpastian ekonomi meningkat.
Kondisi stagnan saat ini menunjukkan sentimen menunggu data atau kebijakan baru yang dapat memicu pergerakan harga di hari-hari mendatang.
Saran untuk calon investor
Bagi masyarakat yang berencana berinvestasi emas, disarankan untuk terus memantau perkembangan harga sebelum melakukan transaksi. Pergerakan harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan kondisi ekonomi terkini.
Pilihan pecahan kecil seperti 0,5 gram dapat menjadi alternatif bagi investor ritel yang ingin melakukan investasi bertahap. Sebaliknya, pecahan besar cocok untuk investor dengan dana lebih besar dan tujuan penyimpanan jangka panjang.
Pantauan rutin terhadap harga dan perbandingan buy dan buyback penting dilakukan agar keputusan investasi lebih terukur dan risiko dapat diminimalkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...