IHSG Anjlok 94 Poin ke 6.147,86 pada Penutupan 28 Sept 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.147,86 pada perdagangan Senin, 28 September 2026, turun 94,03 poin atau 1,51% dari pembukaan di 6.209,74. Tekanan jual mendominasi sesi sehingga mayoritas saham mengalami koreksi.
Ringkasan Perdagangan
Pergerakan pasar didominasi oleh saham yang melemah. Tercatat 532 saham turun, 180 saham naik, dan 81 saham stagnan. Nilai transaksi harian mencapai Rp12,09 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 36,72 miliar lembar saham dan frekuensi lebih dari 1,64 juta kali transaksi.
Faktor Domestik yang Dipantau Investor
Tim Analis Pasar Modal Phintraco Sekuritas menyebut pelaku pasar tengah menantikan sejumlah data ekonomi penting. Fokus pasar tertuju pada rilis purchasing managers' index (PMI) manufaktur, neraca perdagangan, dan tingkat inflasi yang akan dirilis oleh lembaga terkait.
"Investor menantikan rilis PMI manufaktur, neraca perdagangan, maupun inflasi," kata Tim Analis Pasar Modal Phintraco Sekuritas.
Data tersebut dinilai berpotensi memengaruhi sentimen pasar jangka pendek dan keputusan alokasi aset oleh investor domestik.
Dinamika Eksternal dan Komoditas
Dari luar negeri, pasar juga merespon perkembangan geopolitik dan kebijakan perdagangan global. Pelaku pasar mengamati kemungkinan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz setelah Iran menyatakan ingin kembali pada nota kesepahaman dengan Amerika Serikat yang disepakati pada Juni 2026.
Selain itu, prospek meredanya ketegangan dagang tercermin dari perpanjangan gencatan senjata perang dagang antara AS dan Tiongkok hingga 10 Januari 2027, hasil pertemuan Presiden AS dan Presiden Tiongkok.
Harga minyak dunia menunjukkan koreksi, walau harga minyak Brent masih di atas USD100 per barel. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun tetap tinggi di level 5,17%, faktor yang turut menekan aset berisiko termasuk saham.
Perubahan Aturan di BEI
Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menerapkan perubahan aturan terkait batas penurunan harga saham di pasar reguler dan pasar tunai. Saat ini batas minimum penurunan harga per saham diturunkan dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. Kebijakan ini dipandang meningkatkan fleksibilitas pergerakan harga saham dan likuiditas di pasar.
Prospek dan Implikasi
Kombinasi data domestik yang akan dirilis dan sentimen eksternal diperkirakan akan menentukan arah IHSG dalam beberapa hari ke depan. Investor disarankan mencermati rilis ekonomi dan perkembangan geopolitik sebagai pemicu volatilitas. Pasar kemungkinan mengalami fluktuasi hingga data utama dan kebijakan eksternal memberikan arah yang lebih jelas.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ceria Corp Dapat Piagam di Gotong Royong Bedah Rumah Sultra
Ceria Corp menerima piagam sebagai donatur dalam Program Gotong Royong Bedah Rumah di Kelurahan Mokau pada 3...
Surplus Perdagangan Agustus 2026 Capai USD3,55 Miliar
Neraca perdagangan Agustus 2026 surplus USD3,55 miliar, didorong ekspor USD26,61 miliar dan kinerja nonmigas...
Indeks Kepercayaan Industri September 2026 Tetap Ekspansi 51,93
IKI September 2026 tercatat 51,93, masih ekspansi meski turun; peningkatan pesanan disertai penurunan produk...
HIPMI Usulkan Plafon KUR Naik Jadi Rp2 Miliar
HIPMI usulkan plafon KUR naik dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar untuk pengusaha muda UMKM yang siap naik ke...
Tangsel Catat 144.151 UMKM, Didominasi Sektor Kuliner
Tangsel mencatat 144.151 UMKM sepanjang 2026, dominasi kuliner 142.497 unit; sekitar 105.000 telah memiliki...
Astra Latih 50 UMKM Kelola Media Digital dan Buat Konten
Astra melatih 50 UMKM binaan pada 30 September 2026 untuk mengelola media digital dan membuat konten produk...