ICSM 2026 Batam: Regulasi, Ekonomi Biru, dan Hak Masyarakat Adat
MEDAN — Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) menginisiasi The 1st International Conference on the Strait of Malacca (ICSM 2026), yang berlangsung pada 22–24 September 2026 di Batam, Kepulauan Riau. Konferensi ini bertujuan menyatukan diskusi soal regulasi maritim global, penerapan blue economy, dan perlindungan masyarakat adat pesisir serta komunitas maritim tradisional di Selat Malaka.
Tema dan tujuan konferensi
ICSM 2026 mengangkat tema “Assessing the Future of the Strait of Malacca: IMO Global Regulations, Blue Economy, and the Existence of Marine and Coastal Indigenous Peoples.” Forum ini dirancang sebagai ruang akademik untuk menjembatani perspektif hukum maritim, kebijakan ekonomi laut, dan hak-hak komunitas pesisir. Penyelenggaraan bertepatan dengan momentum Hari Maritim Nasional.
Pandangan penyelenggara
Ketua Harian PB ISMI, Prof. Ilmi Abdullah, menekankan bahwa selama ini Selat Malaka sering dipandang semata sebagai jalur pelayaran internasional. Ia menegaskan kawasan itu juga merupakan ruang hidup dan budaya bagi masyarakat pesisir dan komunitas adat yang telah lama bermukim.
"Konferensi ini diharapkan menjadi ruang dialog yang mempertemukan kepentingan regulasi global, pembangunan ekonomi berkelanjutan, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat maritim,"
Regulasi dan tantangan lingkungan
Pengelolaan Selat Malaka tidak lepas dari aturan International Maritime Organization (IMO), termasuk konvensi seperti MARPOL dan SOLAS yang mengatur keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut. Di sisi lain, konsep blue economy mendorong pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, namun implementasinya harus mempertimbangkan keberlangsungan komunitas lokal.
Partisipasi dan cakupan geografis
Chairman ICSM 2026, Tengku Ryo Rizqan, menyatakan konferensi ini terbuka untuk akademisi dan peneliti dari beragam disiplin. Saat ini sejumlah pemakalah internasional dari Turki dan Malaysia telah mendaftar. Panitia juga menunggu konfirmasi dari akademisi Singapura, Thailand, Amerika Serikat, dan Australia.
"Selama ini masyarakat Melayu dikenal sebagai masyarakat maritim dan pesisir. Selat Malaka sesungguhnya berada tepat di depan rumah kita,"
Peran empat provinsi penyangga
ICSM 2026 akan menyoroti peran strategis empat provinsi penyangga Selat Malaka di Indonesia: Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Keempat wilayah ini penting untuk kedaulatan, keamanan, ekologi, diplomasi perbatasan, dan pelestarian budaya Melayu pesisir.
Agenda utama dan keluaran yang ditargetkan
Konferensi dirancang melalui tiga agenda utama. Hasilnya diharapkan berupa rekomendasi kebijakan konkret untuk pemerintah dan lembaga internasional.
- Call for Papers — undangan terbuka bagi peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mengirimkan karya ilmiah terkait Selat Malaka.
- Scientific and Academic Conference — forum presentasi dan diskusi hasil penelitian yang melibatkan akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan.
- Prosiding Ilmiah Internasional — penerbitan artikel terpilih ber-ISBN/ISSN dan disertai DOI.
Selain diseminasi ilmu pengetahuan, panitia menargetkan tersusunnya policy brief yang menyelaraskan regulasi maritim internasional, pengembangan blue economy, serta perlindungan hak-hak masyarakat adat dan komunitas maritim tradisional.
Impak dan harapan
PB ISMI berharap rekomendasi dari ICSM 2026 bisa menjadi rujukan kebijakan di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, Selat Malaka tidak hanya dilihat sebagai jalur perdagangan dunia, tetapi juga sebagai ruang kehidupan yang dikelola berkelanjutan dan berkeadilan bagi masyarakat pesisir dan adat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas Minta Al Jam'iyatul Washliyah Medan Perkuat Peran
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Al Jam'iyatul Washliyah Medan 2026–2031 memperkuat peran dalam agama, pe...
Tabligh Akbar IPHI Sumut Santuni 200 Anak Yatim Pasca Muktamar
PW IPHI Sumut menggelar Tabligh Akbar di Deli Serdang, diikuti ~1.000 jamaah dan santuni 200 anak yatim seba...
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...