Lokal

Bustami Dilantik Ketua PGRI Aceh Timur Periode 2026-2031

Bagikan:
Bustami dilantik sebagai Ketua PGRI Aceh Timur di Aula Serbaguna Idi

Bustami, S.Pd, M.Si resmi dilantik sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Timur Periode 2026-2031 pada Rabu (24/6) sore di Aula Serbaguna Idi. Pelantikan dihadiri Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky, Bunda PAUD Dr. Lismawani Iskandar Alfarlaky, serta sejumlah pejabat daerah. Acara ini dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi profesi guru dalam peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Aceh Timur.

Pelantikan dan daftar hadir

Upacara pelantikan berlangsung tertib di Aula Serbaguna Idi. Selain Bupati dan Bunda PAUD, hadir pula pejabat Pemkab Aceh Timur lainnya yang memberikan dukungan terhadap program PGRI ke depan. Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dan organisasi guru dalam membenahi kualitas layanan pendidikan.

Penekanan pada peningkatan kompetensi guru

Bupati Iskandar menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru sebagai kunci perbaikan mutu pendidikan. Ia meminta agar penguatan kapasitas tenaga pendidik dilakukan secara kontinu melalui pelatihan luring dan daring oleh lembaga pengembangan mutu.

"Dibawah PGRI, kita harapkan wadah ini semakin solid dalam memperjuangkan kepentingan guru, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta mendorong kemajuan dunia pendidikan di daerah,"

Iskandar menambahkan bahwa peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung pada peringkat kualitas pendidikan di daerah. Ia juga meminta PGRI untuk terus membina guru agar dapat mencetak peserta didik berakhlak mulia.

Komitmen kepengurusan PGRI

Bustami, yang sebelumnya menjabat Bendahara Umum Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD-BKPRMI) Kabupaten Aceh Timur Periode 2025-2029, menyatakan komitmen penuh untuk menjalankan amanah organisasi.

"Keberhasilan PGRI tidak hanya tergantung pada kepengurusan, tetapi membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh guru serta pemangku kepentingan pendidikan,"

Dalam sambutannya, Bustami menegaskan bahwa pengurus baru akan bekerja bersama-sama untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan profesionalisme guru. Ia berjanji mendukung program yang berorientasi pada kemajuan pendidikan di Aceh Timur dan mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Dampak dan langkah ke depan

Pelantikan ini membuka peluang koordinasi lebih intens antara PGRI dan pemerintah daerah dalam penyusunan program pelatihan, peningkatan kesejahteraan guru, serta evaluasi mutu pembelajaran. Keberlanjutan program akan bergantung pada sinergi antara pengurus PGRI, tenaga pendidik, dan lembaga terkait.

Dengan kepengurusan baru, fokus jangka pendek diperkirakan pada penguatan kapasitas guru dan perencanaan program pelatihan. Jangka menengah diarahkan pada pengukuran dampak program terhadap capaian pembelajaran siswa di Aceh Timur.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait