Flyer 'Pocong Jadi-jadian' di Kediri Hoaks, Wabup Minta Tak Panik
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menegaskan flyer yang mengimbau kewaspadaan terhadap teror "pocong jadi-jadian" yang beredar di media sosial adalah hoaks. Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan kerja di Pabrik Gula Ngadirejo, Sabtu (23/5/2026), untuk meredam kepanikan warga.
Hoaks beredar dengan logo pemerintahan
Flyer yang ramai dibagikan menampilkan logo Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Kediri. Isinya meminta warga menambah kewaspadaan karena ada modus kejahatan berkedok sosok pocong yang disebut telah masuk wilayah Kediri.
Selain imbauan untuk tidak membuka pintu saat mendengar ketukan misterius, selebaran itu juga menganjurkan pengaktifan ronda malam di lingkungan masing-masing. Namun, menurut Wabup Ulfa, sumber dan klaim dalam selebaran tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Reaksi dan klarifikasi Wabup
Dewi Mariya Ulfa menyatakan terdapat kejanggalan pada flyer yang mencantumkan dua lembaga pemerintahan sekaligus. Menurutnya, hal itu justru menandakan informasi tersebut tidak valid.
"Sudah pasti masyarakat jangan sampai mudah tertipu oleh berita bohong. Apalagi informasi yang beredar lewat media sosial itu tidak selamanya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan."
Wabup yang juga menjabat Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu menilai pemakaian logo ganda sangat mencurigakan dan tidak mungkin berasal dari kedua pemerintah sekaligus.
Imbauan kepada masyarakat
Dewi meminta warga tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia mengimbau publik lebih bijak dalam menerima dan membagikan kabar dari media sosial.
"Kita harus lebih hati-hati menerima informasi di media sosial. Jangan sampai berita yang belum jelas malah membuat keresahan di masyarakat."
Wabup menyarankan masyarakat mengecek kebenaran berita melalui kanal resmi pemerintah atau aparat terkait sebelum menyebarkan lanjut.
Langkah pencegahan tetap diperlukan
Meski menyatakan flyer itu hoaks, Dewi tetap mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Ia mendorong pengaktifan ronda malam dan peningkatan kepedulian antarwarga sebagai langkah antisipasi terhadap tindak kriminalitas umum.
Untuk bahan bacaan terkait kegiatan partai atau publikasi lain yang disebut-sebut,sejumlah artikel terkait dapat diakses melalui Google News.
Pentingnya verifikasi informasi menjadi pesan utama dari pernyataan Wabup. Warga diminta tenang, waspada secara rasional, dan selalu mengonfirmasi ke sumber resmi untuk mencegah kepanikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Banyuwangi: 1.000+ Orang Bersihkan Pantai dalam Gerakan ASRI
Lebih dari seribu warga membersihkan Pantai Ancol Plengsengan, Banyuwangi, sebagai bagian dari Gerakan Indon...
DPRD Jember Minta Tindak Lanjut untuk Tata Kelola Pengadaan
Ketua Komisi B DPRD Jember dorong tindak lanjut rekomendasi MCP KPK agar UKPBJ verifikasi ketat dan pengadaa...
Puan: Pemenuhan Hak Anak Jadi Indikator Keberhasilan Pembangunan
Puan Maharani mendorong pemenuhan hak anak—pendidikan, kesehatan, perlindungan—jadi tolok ukur utama keberha...
Puan: Pemenuhan Hak Anak Jadi Indikator Keberhasilan Pembangunan
Puan Maharani minta pemenuhan hak anak jadi indikator keberhasilan pembangunan dalam peringatan Hari Anak Na...
Jatim Salurkan 60 Alat Bantu untuk Penyandang Disabilitas di Blitar
DPRD Jatim dan Dinas Sosial salurkan 60 alat bantu di Blitar untuk tingkatkan mobilitas dan aksesibilitas pe...
Danlanal Banyuwangi Berganti: Letkol Wishnu Gantikan Letkol Puji
Letkol Wishnu resmi menggantikan Letkol Puji sebagai Danlanal Banyuwangi (21/7/2026); fokus berlanjut ke pro...