Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Buyback Melonjak Rp18.000
Malinau — Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) menguat pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026. Data pembaruan pukul 08.23 WIB menunjukkan harga jual naik sebesar Rp10.000 menjadi Rp2.622.000 per gram. Harga buyback atau pembelian kembali melonjak lebih tinggi, naik Rp18.000 menjadi Rp2.370.000 per gram.
Pergerakan harga dan spread
Kenaikan terbaru membuat selisih antara harga jual dan harga buyback mencapai Rp252.000 per gram. Meski selisih ini masih relatif lebar, kenaikan buyback yang lebih besar dinilai memberi sinyal positif bagi pemilik emas yang mempertimbangkan realisasi keuntungan.
Pergerakan harian ini mengindikasikan minat beli kembali yang meningkat dari pedagang dan pengepul. Namun, fluktuasi harian tetap perlu dicermati investor sebelum mengambil keputusan likuidasi.
Respons investor lokal
Seorang investor emas di Malinau, Via, menilai kenaikan harga belakangan menegaskan posisi emas sebagai instrumen lindung nilai. Ia menyoroti kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil sebagai salah satu faktor yang mendukung permintaan terhadap logam mulia.
"Kalau melihat pergerakan sekarang, saya masih optimistis harga emas punya peluang melanjutkan tren positif. Namun, investor tetap harus melihat tujuan investasinya."
Via juga mengingatkan bahwa kenaikan bukan otomatis menjadi sinyal untuk menjual semua kepemilikan. Keputusan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas dan tujuan investasi masing-masing.
Strategi investasi dan rekomendasi
Investor yang belum lama berkecimpung di pasar emas disarankan menghindari keputusan emosional. Via merekomendasikan pendekatan bertahap untuk mengurangi risiko volatilitas.
- Dollar cost averaging: membeli secara berkala untuk merata-ratakan harga rata-rata pembelian.
- Tetapkan tujuan: sesuaikan keputusan jual atau tahan dengan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang.
- Pertimbangkan buyback: kenaikan buyback memberi ruang likuiditas bagi yang ingin mencairkan sebagian aset.
"Yang terpenting adalah konsisten berinvestasi dan menyesuaikan kemampuan finansial. Emas lebih cocok dijadikan instrumen untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang daripada mengejar keuntungan cepat," tutupnya.
Pergerakan harga hari ini menjadi pengingat bagi investor bahwa emas masih dilihat sebagai aset safe haven. Ke depan, pergerakan harga akan bergantung pada sentimen global dan permintaan domestik, sehingga pengambilan keputusan sebaiknya didasarkan pada rencana investasi yang jelas.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...