Haji 2027: Komisi VIII Minta Kemenhaj Benahi Kelemahan 2026
Komisi VIII DPR RI mendesak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M setelah mengevaluasi kelemahan pada haji 1447 H/2026 M. Pernyataan itu disampaikan oleh anggota Komisi VIII, Hetifah Sjaifudian, saat memimpin kunjungan kerja ke Kantor Kemenhaj Kota Depok, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026. Tujuannya agar pelayanan, pembinaan, dan perlindungan jemaah tidak lagi mengalami masalah serupa.
Evaluasi kelemahan penyelenggaraan 2026
Hetifah menekankan evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk menghasilkan perbaikan nyata pada kualitas layanan. Ia meminta agar kelemahan-kelemahan pada haji 1447 H/2026 M tidak terulang kembali. Perbaikan wajib mencakup aspek pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah.
"Berbagai kelemahan yang terjadi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Baik dalam pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah haji harus tidak terjadi lagi,"
Koordinasi wilayah dan kesiapan petugas
Untuk memperbaiki layanan, Hetifah mendorong peningkatan koordinasi antara Kemenhaj wilayah Jawa Barat dan pemerintah daerah. Ia menegaskan kerja sama dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota diperlukan. Selain koordinasi, persiapan petugas haji juga harus diperkuat agar mampu melayani dan melindungi jemaah dengan baik.
"Persiapan-persiapan penyelenggaraan ibadah haji harus mencakup seluruh pembinaan, pelayanan, dan perlindungan terhadap jemaah haji. Selain itu, petugas yang akan melayani jemaah juga harus dipersiapkan dengan baik,"
Data jemaah Jawa Barat
Berdasarkan data Kemenhaj RI, sebanyak 29.643 jemaah asal Jawa Barat akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 1448 H/2027 M. Dengan jumlah tersebut, Hetifah meminta agar Kemenhaj di tingkat provinsi dan kabupaten/kota meningkatkan sinergi. Langkah ini bertujuan memastikan penyelenggaraan berjalan tertib dan layanan memenuhi standar.
Mitigasi kondisi darurat
Hetifah juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi kondisi darurat yang dapat berdampak pada jemaah. Ia merekomendasikan Kemenhaj menyiapkan langkah mitigatif yang jelas dan terkoordinasi. Mitigasi harus melibatkan jalur komunikasi darurat, protokol medis, dan perlindungan hukum bagi jemaah bila diperlukan.
"Komisi VIII juga merekomendasikan kepada Kementerian Haji dan Umrah RI untuk mempersiapkan langkah mitigatif. Untuk menghadapi kondisi darurat yang berdampak terhadap jemaah haji,"
Komitmen dukungan Komisi VIII
Komisi VIII berkomitmen mendukung kebijakan yang berpihak pada jemaah dan mendorong perbaikan layanan. Hetifah berharap seluruh persiapan dari Kemenhaj dan pemerintah daerah menghasilkan penyelenggaraan yang aman dan nyaman. Harapan akhir adalah agar jemaah dapat menunaikan ibadah haji pada 1448 H/2027 M dengan selamat dan tenang.
"Harapannya, agar jemaah haji nyaman, aman, dan selamat. Dalam menunaikan ibadah haji pada tahun 1448 H/2027 M,"
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...