Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI karena Vertigo
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, resmi mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI. Pengumuman pengunduran diri itu disampaikan PBSI pada Jumat, 15 Mei 2026, dengan alasan kondisi kesehatan—Gregoria masih dalam proses pemulihan dari vertigo dan merasa belum siap kembali bertanding.
Pengumuman dan alasan pengunduran diri
PBSI menyatakan bahwa vertigo menjadi alasan utama keputusan Gregoria untuk meninggalkan pelatnas setelah 12 tahun bergabung. Organisasi itu juga menyebutkan Gregoria belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk turun di kompetisi.
"Kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo menjadi alasan utama pengunduran dirinya. Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding."
Rekam jejak dan prestasi tertinggi
Gregoria termasuk pemain tunggal putri terbaik Indonesia. Dia pernah menempati peringkat keenam dunia pada puncak kariernya. Prestasi individual paling menonjol adalah medali perunggu Olimpiade Paris 2024.
"Medali ini juga banyak sekali artinya untuk saya, karena di medali ini banyak usaha dari banyak orang. Ini juga jadi kado ulang tahun untuk saya minggu depan dan untuk Indonesia di tanggal 17 Agustus,"
(Gregoria, 5 Agustus 2024)
Selain medali Olimpiade, prestasi Gregoria lainnya meliputi:
- Juara dunia junior 2017 di Yogyakarta, mengalahkan Han Yue (Tiongkok) 21-13, 13-21, 23-22.
- Juara Kumamoto Masters Japan 2023 (Super 300) dan Spain Masters 2023 (Super 300).
- Peran penting dalam tim: runner-up Uber Cup 2024, perunggu Sudirman Cup 2019, perak SEA Games 2021 (beregu putri), dan perunggu Asian Games 2018 (beregu putri).
Perjalanan karier singkat
Gregoria lahir di Wonogiri pada 11 Agustus 1999. Ia mulai bermain bulu tangkis sejak usia tujuh tahun dan berangkat dari klub Mutiara Cardinal Bandung. Pada 2014, pada usia 15 tahun, Gregoria masuk Pelatnas PBSI setelah menonjol di Sirkuit Nasional 2013.
Upaya menjaga peringkat
Akibat absennya penampilan karena kondisi medis, PBSI mengajukan protected ranking untuk Gregoria ke federasi dunia. Dengan disetujuinya permohonan tersebut, Gregoria memiliki hak menggunakan peringkat terlindungi saat mendaftar turnamen BWF, sehingga posisinya di peringkat dunia tidak langsung anjlok karena ketidakhadiran dari kompetisi.
Dampak dan prospek ke depan
Pengunduran Gregoria meninggalkan lubang pada komposisi tunggal putri PBSI, tetapi langkah ini diambil demi pemulihan jangka panjang. Hingga kondisi kesehatannya pulih dan kepercayaan diri kembali, Gregoria belum memastikan rencana kompetitif berikutnya.
Kisah karier Gregoria menunjukkan kombinasi prestasi individu dan kontribusi beregu. Keputusan mundur dari Pelatnas membuka periode pemulihan yang diharapkan memberi waktu untuk memulihkan kondisi fisik dan mental sebelum kembali ke panggung internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ferran Torres Cedera, Carlos Espi Dipanggil Perkuat Spanyol
Ferran Torres absen karena cedera pergelangan kaki kiri; Carlos Espi dari Real Madrid dipanggil menggantikan...
Tuchel Ingatkan Inggris Tetap Fokus Hadapi Kroasia di Rijeka
Thomas Tuchel meminta Inggris tetap fokus jelang laga UEFA Nations League melawan Kroasia di Rijeka, setelah...
Tyler Adams Kembali Jadi Kapten Timnas Amerika Serikat
Tyler Adams ditunjuk kembali sebagai kapten Timnas Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2030; Pochettino me...
PSIS Semarang Bidik Tiga Poin Lawan Adhyaksa FC di Jatidiri
PSIS Semarang menjamu Adhyaksa FC di Jatidiri (3 Okt). Widodo minta pemain percaya diri tanpa overconfidence...
Dewa United Fokusi Kembangkan Pemain Lokal untuk IBL 2027
David Singleton ditunjuk pelatih Dewa United untuk IBL 2027 dan akan memberi peluang lebih besar bagi pemain...
Sabalenka Dominan, Melaju ke Babak Ketiga China Open
Sabalenka melaju ke babak ketiga China Open 2026 usai menang 6-1, 6-3 atas Renata Zarazua di Beijing, menamp...