Olahraga

Spanyol Khawatir Maroko Difavorit untuk Final Piala Dunia 2030

Bagikan:
Ilustrasi stadion dan bendera Spanyol serta Maroko terkait perebutan tuan rumah final Piala Dunia 2030

Federasi Sepak Bola Spanyol menyatakan kekhawatiran atas peluang negaranya menjadi tuan rumah pertandingan final Piala Dunia 2030. Kekhawatiran itu muncul setelah hubungan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Maroko dinilai semakin erat, dan kongres FIFA 2027 dijadwalkan berlangsung di Rabat.

Kekhawatiran internal Federasi Spanyol

Sejumlah pejabat di federasi mulai mempertanyakan peluang Spanyol untuk menjadi lokasi laga puncak turnamen 2030. Optimisme awal yang mereka pegang perlahan memudar karena dinamika diplomatik yang berubah.

Meski stadion seperti Santiago Bernabéu masih dianggap layak untuk final, faktor politik dan jaringan antarorganisasi kini turut memengaruhi penilaian.

Kedekatan Infantino dan Maroko

Dalam dua tahun terakhir, Presiden FIFA tercatat melakukan beberapa kunjungan ke Maroko. Kondisi tersebut menimbulkan spekulasi bahwa hubungan antara FIFA dan Maroko menguat, khususnya menjelang proses penentuan tuan rumah untuk laga final.

Jika Infantino kembali terpilih pada kongres 2027, ia akan memegang mandat hingga 2031 dan berperan penting dalam keputusan soal venue final.

Dukungan Federasi UEA kepada FIFA

Menanggapi perubahan kebijakan komersial FIFA, Federasi Sepak Bola Uni Emirat Arab menyatakan dukungan penuh kepada kepemimpinan Infantino. Mereka menilai keputusan menunda penjualan sebagian hak komersial melalui proyek 'FIFA Forward Enterprise' menjaga persatuan komunitas sepak bola.

"Tidak dilanjutkannya proyek ini melayani kepentingan keluarga sepak bola internasional. Dan, menjaga kesatuannya,"

Komentar ini memperlihatkan adanya dukungan regional yang bisa memengaruhi dinamika keputusan di tingkat FIFA.

Respons Spanyol dan langkah ke depan

Meski ada kecemasan, Federasi Spanyol belum mempertimbangkan mundur dari rencana tuan rumah bersama untuk 2030. Fokus mereka tetap memastikan sebagian besar pertandingan, termasuk peluang final, berlangsung di wilayah Spanyol.

Jurnalis Spanyol Anton Meana menyebut ketidakpastian kini terasa di internal federasi, tetapi perjuangan untuk merebut hak menjadi lokasi final diperkirakan akan terus berlangsung hingga keputusan resmi diumumkan FIFA.

"Mereka selama ini selalu optimistis. Tetapi kini ada kekhawatiran karena hubungan antara Maroko dan FIFA,"

Persaingan akhir untuk menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030 diperkirakan akan dipengaruhi oleh kombinasi aspek teknis stadion, pertimbangan politik, dan hubungan antar-federasi. Keputusan resmi dari FIFA masih menunggu proses internal organisasi yang akan berjalan dalam beberapa tahun mendatang.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait