Ghazali: Mahasiswa Aceh Wajib Kawal Pengelolaan Gas Blok Andaman
BANDA ACEH — Tokoh Aceh Ghazali Abbas Adan mengajak mahasiswa Aceh turun tangan dalam gelombang aksi mahasiswa yang terjadi di beberapa daerah dan mengawal pengelolaan cadangan gas di Blok Andaman. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 15 Juni 2026, menanggapi aksi mahasiswa di Jakarta (12 Juni 2026) dan Yogyakarta.
Mahasiswa Aceh diminta tak hanya menjadi penonton
Ghazali menilai mahasiswa Aceh memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kritik dan gagasan demi kepentingan rakyat dan daerah. Ia meminta mahasiswa tidak sekedar menyaksikan demonstrasi dari luar.
"Mahasiswa Aceh jangan hanya menjadi penonton ketika mahasiswa di Jakarta dan Yogyakarta menyuarakan aspirasi rakyat. Sebagai bagian dari elemen bangsa, mahasiswa Aceh juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kritik dan gagasan demi kepentingan rakyat serta daerahnya," kata Ghazali Abbas.
Ia memandang aksi mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial yang penting dalam demokrasi. Dalam konteks agama, Ghazali menyebut tindakan mahasiswa selaras dengan amar ma'ruf nahi munkar dan semangat sila pertama Pancasila.
Fokus pada Blok Andaman: tuntutan pemrosesan di Aceh
Selain isu nasional, Ghazali meminta perhatian serius terhadap rencana pengelolaan gas di Blok Andaman. Ia menegaskan Aceh, sebagai daerah dengan otonomi khusus, harus memperoleh manfaat maksimal dari kekayaan alamnya.
"Allah SWT telah menganugerahkan kekayaan alam yang luar biasa kepada Aceh melalui kandungan gas di Blok Andaman. Karena itu, rakyat Aceh harus dapat menikmati dan merasakan kemakmuran dari anugerah tersebut," ujarnya.
Ghazali mendorong agar gas Blok Andaman diproses di daratan Aceh, khususnya di kawasan Arun, Kota Lhokseumawe. Ia menyoroti pengalaman panjang Arun dalam industri gas, serta ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Transparansi dan pembagian hasil
Tokoh politik ini meminta pemerintah pusat menjaga transparansi dan keadilan dalam proses pengelolaan. Ia khawatir jika kebijakan yang diambil merugikan Aceh, baik dalam prosesing maupun skema bagi hasil.
"Saya berharap pemerintah pusat tidak melakukan akal-akalan atau tipu-tipu terkait prosesing gas Blok Andaman maupun skema bagi hasilnya. Semua harus dilakukan secara transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat Aceh," tegasnya.
Dampak ekonomi dan seruan persatuan
Ghazali menilai pengolahan di Aceh akan memberi multiplier effect bagi perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, ia mengajak masyarakat bersatu mengawal kebijakan demi keadilan bagi Aceh.
"Lawan siapa pun yang dengan dalih apa pun ingin memindahkan prosesing gas Andaman ke luar Aceh. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal keadilan bagi rakyat Aceh," katanya.
Dia menutup ajakan dengan mengimbau mahasiswa Aceh tampil sebagai kekuatan moral dan intelektual untuk mengawal kepentingan daerah dalam dinamika nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRK Aceh Selatan Tahan Dukungan Usulan WPR Sampai Diverifikasi
DPRK Aceh Selatan menunda dukungan usulan WPR hingga Pemkab lakukan sosialisasi, persetujuan keuchik, dan ve...
Polwan Pematangsiantar Perketat Disiplin Jelang HUT ke-78
Polwan Polres Pematangsiantar gelar Gaktiblin pada 18 Agustus untuk tingkatkan disiplin dan profesionalisme...
Jenazah Anak 8 Tahun Ditemukan di Bawah Jembatan Sigagak
Jenazah Hidayah Sitanggang, anak 8 tahun yang hanyut di Bah Sosopan, ditemukan Rabu (19/8) di bawah jembatan...
UMSU Serahkan Smart Vineyard IoT dan Irigasi Surya di Deliserdang
UMSU serahkan Smart Vineyard berbasis IoT dan irigasi tetes tenaga surya kepada petani anggur di Deliserdang...
Polrestabes Medan Tangkap 3 Pelaku Jual Narkoba di Kafe
Polrestabes Medan menangkap tiga pelaku penjualan narkoba di kafe Jalan Darusalam, menyita dua bungkus vape...
FORMASSU-SMAM Mendesak Pemko Medan Segera Bantu Korban Puting Beliung
FORMASSU dan SMAM mendesak Pemko Medan segera melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan darurat serta prog...